Ketua Komisi 1 DPRD Rohul Hasanuddin Nst
Ketua Komisi 1 DPRD Rohul Hasanuddin Nst

Pekanbaru (SegmenNews.com)- Komisi 1 DPRD Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) berharap DPRD Riau serius memperjuangkan Peraturan Daerah (Perda) 2008, yang mengatur setiap orang diperbolehkan membakar maksimal dua hektare hutan untuk dijadikan lahan perkebunan.

Demikian hal itu disampaikan Ketua Komisi 1 DPRD Rohul Hasanuddin Nst kepada wartawan usai hearing dengan komisi B DPRD Riau, Kamis (5/6/2014) dilansir bertuahpos.

Pasalnya, kini masyarakat Rohul kebingungan untuk bercocok tanam kalau tidak melalui cara membakar. “Masyarakat kita sudah ada yang tertangkap gara-gara membakar lahannya sendiri untuk berladang,” ungkapnya.

Padahal pembakaran lahan itu milik masyarakat sendiri, paling banyakpun membakar lahan hanya dua hektar bahkan ada yang seperempat hektar. Tujuan masyarakat membakar lahan bukan untuk berkebun, tapi hanya untuk menanam tanaman palawija.

“Sebagian besar mata pencarian masyarakat Rohul adalah berladang. Jika ini terus dilarang, maka masyarakat tidak akan bisa berladang lagi,” terangnya.

Apabila masyarakat diharuskan menyewa alat berat, tentu biayanya lebih besar 10 kali lipat dari untungnya. Sehingga masyarakat tidak ada yang mampu untuk berladang lagi,

“Kita berharap perda ini bisa diteruskan agar masyarakat kita bisa kembali bercocok tanam dengan cara membakar dulu,”tutpnya.***(bp)