goldenRokan Hulu (SegmenNews.com)

Habitat ikan arwana di Rawa Seribu Mahato terancam punah. Pasalnya diperkirakan 30 persen dari 3.700 hektar kawasan konservasi ikan arwana jenis golden red tersebut digarap oknum jadi lahan kebun sawit.

Kawasan Rawa seribu rencananya akan dikembalikan ke fungsi aslinya oleh Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Rokan Hulu.

Demikian dikatakan Kasi Konservasi Rehabilitasi Hutan dan Lahan Dishutbun Rohul, Ali Ejer S.Hut, Rabu (11/6/2014). Menurutnya, kawasan Rawa Seribu Desa Mahato Kecamatan Tambusai Utara, sudah di SK kan menjadi kawasan konservasi ikan arwana jenis golden red dan akan dikembalikan fungsinya.

“Kita akan tertibkan oknum yang sudah mengarap kawasan konservasi ikan irwana tersebut. Itu dilakukan dan ditegakan, sesuai aturan yang bermain,” jelas Ejer.

Ejer mengatakan lagi, upaya penangangan nantinya Dishutbun Rohul akan bekerjasama dengan Dinas Perikanan dan Peternakan (Disnakan) Rohul. Dishutbun sendiri, nantinya hanya untuk menjaga kawasannya, dengan lakukan patroli rutin baik itu nantinya ada pembukaan perkebunan atau tidak oleh oknum tidak bertanggungjawab.

Menurutnya lagi, dulunya memang ada pos pengamanan di daerah tersebut. Namun, letak pos pengamanan tidak pas, karena lebih mengarah ke kawasan hutan lindung Mahato bukan ke kawasan konservasi.

Ucap Ejer lagi, bahwa Bupati Rohul juga telah mengintruksikan agar kawasan konservasi ikan arwana tetap dipertahankan. Karena habitat ikan arwana hanya ada di 2 di dunia, di Kalimantan dan Kabupaten Rohul.

“Kini habitat ikan arwana masih ada, jelasnya dengan adanya desa-desa baru di kawasan konservasi nantinya, diharapkan pihak desa tidak mengeluarkan izin pembukaan lahan serta legalitas lahan di kawasan konservasi,” ujarnya.

“Hasil pengajian kita nantinya akan dicek kembali, memang ada perusahaan yang buka lahan namun belum masuk ke areal konservasi, yang ada pembukaan lahan oleh oknum di Km 37 Rawa Seribu saat kita cek,” kata Ejer.***(r4n/di)