Drs H Achmad Supardi Hasibuan, MA
Drs H Achmad Supardi Hasibuan, MA

Rokan Hulu (SegmenNews.com)- Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) kabupaten Rokan Hulu, Drs H Achmad Supardi Hasibuan, MA menekankan kepada seluruh sekolah MI, MTs, dan MA se Rohul agar mempergunakan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang dikucurkan setiap tri wulan dengan sebaik-baiknya.

“Jangan main-main (menyelewengkan) dengan dana BOS, sebab urusan ini selain terkait dengan urusan dunia, juga terkait dengan urusan akhirat. Oleh karenanya, maka gunakanlah dana tersebut sesuai peruntukannya berdasarkan petunjuk penggunaan dana BOS,” tegas Ahmad Supardi, Rabu (11/6/14).

Perlu diketahui bahwa dana BOS, harus dipertanggungjawabkan dan dibuat laporan sesuai dengan akuntansi keuangan Negara, sebagai bentuk pertanggungjawaban. Namun perlu disadari bahwa dana BOS tersebut, selain harus dipertanggungjawabkan kepada Negara, yang terpenting lagi harus dipertanggung jawabkan kepada Allah SWT.

Lebih lanjut, dikatakannya, dana BOS sepenuhnya dipergunakan untuk biaya operasional sekolah, jangan ada lima rupiahpun dipergunakan untuk di luar keperluan sekolah, sebab hal itu namanya korupsi. Jika korupsi, maka urusannya akan menjadi lain, sebab berurusan dengan aparat penegak hukum.

“Marilah kita berupaya sekuat tenaga untuk menjadikan kita dan keluarga besar Kemenag, menjadi contoh teladan dalam penggunaan uang Negara, sebab kita ini adalah lembaga penjaga moral dan ujung tombak Pembina kerohanian,” diingatkan Ahmad Supardi.

Untuk mengetahui lebih dalam tentang penggunaan dana BOS, Kemenag telah melakukan Rapat Koordinasi Pengolahan dana kemarin, Selasa (10/11/14) di salah satu hotel di PasirPangaraian. Dengan nara sumber, Kakan Kemenag Rohul sendiri, Kabid Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Riau Drs H Mahyudin MA, Kabid Pendidikan Keagamaan Kanwil Kemenag Riau Drs H Ruslan MPd, dan Auditor senior Perwakilan BPKP Riau Bambang Widianto, SE.

Acara tersebut diikuti oleh Kasi Pendidikan Islam Drs H Syahruddin MSy, beserta 8 orang stafnya, seluruh pimpinan/bendahara penglola BOS, terdiri dari 12 orang dari MA, 38 orang dari MTs, 14 orang dari MI, dan 16 orang dari Ponpes se Rohul.***(r4n/rls)