Sadinah, anak Mbah Ginem, memasak untuk keluarganya (Dok: Mukhtar Bagus/Sindo TV)
Sadinah, anak Mbah Ginem, memasak untuk keluarganya (Dok: Mukhtar Bagus/Sindo TV)

NGANJUK (SegmenNews.com)- Miris, saat masyarakat lain hidup dengan berkecukupan, keluarga Mbah Ginem, warga Desa Sonopatik, Kecamatan Berbek, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, yang hidup di timpa kemiskinan terpaksa memakan bangkai hewan yang didapat di sekitar sungai.

Biasanya, yang suka mencari bangkai di sungai adalah Suparman (40), putra kedua Mbah Ginem. Bangkai tersebut lalu dimasak oleh Sadinah, kakak Suparman. Setelah itu mereka memakannya beramai-ramai, termasuk dengan Suparti, anak bungsu yang kini lumpuh serta Mbah Ginem.

Sadinah sendiri sudah lama mengalami stres berat akibat tekanan ekonomi. Ia sempat menanggung biaya hidup dua adiknya. Bila diajak bicara, Sadinah seringkali menangis meratapi kondisi keluarganya.

Bila tidak dapat bangkai, sehari-hari mereka hanya mengandalkan pemberian dari para tetangga.

Ramainya pembicaraan dan pemberitaan media, membuat masyarakat setempat haru, sehingga seperti dilansir okezone, Minggu (15/6/14) pagi rumah Mbah Ginem ramai dikunjungi warga yang datang untuk memberikan bantuan ala kadarnya. Bantuan yang diberikan berbentuk uang dan bahan pangan.

Zakiyah, seorang warga Nganjuk, menuturkan, kondisi Mbah Ginem dan tiga anaknya sangat memprihatinkan. Apalagi, dua anaknya mengalami keterbelakangan mental dan lumpuh.

Ia berharap pemerintah setempat segera turun tangan menangani keluarga Mbah Ginem, termasuk mencari jalan keluar untuk penyembuhan anaknya yang mengalami keterbelakangan mental. Kondisi rumah Mbah Ginem sebenarnya juga kurang layak ditempati.***(ran/okz)