Walikota Pekanbaru Firdaus beserta MUspida dan LAMR Pekanbaru, Rabu (18/6) tabor bunga di makam pendiri Pekanbaru dalam suasana HUT Pekanbaru ke 230
Walikota Pekanbaru Firdaus beserta MUspida dan LAMR Pekanbaru, Rabu (18/6) tabor bunga di makam pendiri Pekanbaru dalam suasana HUT Pekanbaru ke 230

Pekanbaru (SegmenNews.com)– Suasana khidmat peringatan hari jadi Pekanbaru ke 230 semakin terasa, selain dimeriahkan berbagai kegiatan pesta rakyat seperti senam massal, jalan santai, hingga lomba yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat, dan disertai dengan pelaksanaan MTQ kecamatan di seluruh kecamatan di Pekanbaru.

Kali ini, Rabu (18/6/14) Walikota, Firdaus SI,MT beserta Muspida, Dan Paskhas, Seko dan LAMR Pekanbaru serta para pejabat dilingkungan Pemko Pekanbaru melakukan ziarah ke makam Sultan Sultan Muhammad Ali Badul Jalil Muazamsyah ke V yang terletak di komplek masjid Raya Senapelan Pekanbaru.

Dalam acara tersebut, dibacakan sejarah berdirinya Pekanbaru oleh Kabag Adm Perekonomian Junaedi yang menurut ketetapan para sultan terdahulu bahwa tanggal 23 Juni tahun 1784 M adalah hari jadi Pekanbaru yang diawali dengan pengantar dari Kadis Sosial.

Selanjutnya Walikota Pekanbaru dalam pengarahannya menyampaikan bahwa cikal bakal Pekanbaru adalah dimasa Sultan ke 4 Sultan Abdul Jalil Alimuddin Muazazamsyah di Kampung senapelan yang membuat Pekan atau pasar. Beberapa waktu kemudian pasar ini tidak berkembang, dan anak Sultan yang kemudian memimpin kesultanan sebagai sultan kelima yang diberi nama Sultan Muhammad Ali Abdul Jalil Muazzamsyah menggeser lokasi pasar atau pekan tersebut dan masih di kampung Bandar Senapelan tepatnya di pinggiran sungai Siak, yang diberi nama dengan Pekan Baharu (pasar baru) hingga berkembang dengan sangat pesat.

“Sejak itu berkat usaha dan upaya sultan berikutnya serta para tokoh serta pendahulu kita berhasil menjadikan Pekanbaru menjadi kota seperti yang kita rasakan saat ini,” ujar Walikota.

Karena itu menurut Walikota di moment dan sempena hari jadi ini kita selalu panjatkan rasa syukur kepada Allah, serta ungkapan terimakasih kepada pendiri serta para tokoh dan pemangku walikota terdahulu atas jasa-jasa mereka mendirikan, membangun, dan menjaga Kota ini.

Setelah melakukan doa bersama, selanjutnya Walikota bersama seluruh Muspida dan Sekda melakukan tabur bunga serta berkeliling di kawasan makam yang juga terdapat makam keluarga serta pejabat kesultanan.***(achir)