int
int

Jakarta (SegmenNews.com)– Pemerintah optimistis nilai tukar rupiah kembali menguat dalam waktu dekat. Rupiah yang sempat menyentuh level Rp 12.000 per dolar AS telah kembali turun, ke posisi sekitar Rp 11.900 per dolar AS. Penguatan rupiah didorong oleh neraca perdagangan yang akan kembali surplus dan pilpres yang berlangsung aman.

“Jika dinilai dari akhir Januari 2014, nilai tukar rupiah mulai menguat. Bahkan, rupiah menjadi mata uang dengan performa terbaik kedua dunia, karena terapresiasi sekitar 6-8% hingga Mei 2014,” kata Menteri Keuangan (Menkeu) M Chatib Basri di Jakarta, Selasa (24/6).

Menkeu menjelaskan, ada tiga faktor utama yang menyebabkan nilai tukar rupiah melemah dalam beberapa waktu terakhir. Pertama, persaingan pasangan capres-cawapres menjelang pemilihan presiden (pilpres) 9 Juli nanti semakin ketat. Meskipun pelaksanaan pilpres dipastikan aman, jika hasil pilpres menghasilkan perolehan suara yang cukup ketat dan dekat, pelaku bisnis menilai hal tersebut dapat menimbulkan ketidakpastian.

Pasalnya, bisa muncul sengketa Oleh Imam Suhartadi dan Nasori pilpres yang berkepanjangan. Selain itu, April lalu, neraca perdagangan Indonesia mengalami defisit. Namun, Menkeu memperkirakan, Mei 2014 neraca perdagangan kembali surplus.

Faktor ketiga adalah situasi geopolitik di Irak yang menyebabkan melambungnya harga minyak dunia. Hal ini merupakan faktor eksternal yang cukup memengaruhi nilai tukar rupiah.(Investordaily)