int
int

Pekanbaru (SegmenNews.com)- Kurangnya perhatian pemerintah provinsi Riau terhadap sektor holtikultura, membuat hampir semua jenis tanamannya mengalami penurunan yang cukup drastis. Seperti yang terjadi pada tanaman kedelai, juga turut merosot sampai 1.971 ton di tahun 2013.

Hal itu disampaikan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Riau Mawardi Arsyad beberapa waktu lalu. Dijelaskannya, produksi kedelai Riau tahun 2013 Angka Tetap (ATAP) adalah sebesar 2.211 ton biji kering atau mengalami penurunan yang cukup signifikan yaitu sebesar 47,13 persen turun 1.971 ton biji kering bila dibandingkan dengan tahun 2012.

“Penurunan produksi ini juga disebabkan karena menurunnya luas panen sebesar 1.737 hektar atau turun 47,12 persen dibandingkan tahun sebelumnya,” ungkapnya.

Dikatakannya, penurunan luas panen terbesar secara absolut terjadi pada bulan Mei-Agustus 2013, yaitu turun sebesar 1.141 hektar atau turun 49,01 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Begitu pula dengan produksi kedelai, penurunan terbesar juga terjadi pada subround Mei-Agustus sebesar 1.298 ton atau 48,91 persen.

Berdasakan Angka Ramalan (ARAM I) 2014 lanjut Mawardi, produksi kedelai tahun 2014 diperkirakan sebesar 2.209 ton biji kering atau turun sebesar 2 ton (0,26 persen) dibandingkan tahun sebelumnya (year on year). “Hal ini diperkirakan karena adanya penurunan luas panen sebesar 34 ha (1,74 persen), sedangkan untuk produktivitas kedelai diperkirakan mengalami kenaikan sebesar 0,19 kuintal/hektar (1,68 persen) dibanding tahun 2013,” paparnya.

Pola panen kedelai pada tahun 2013 memiliki pola panen sendiri dibanding tahun-tahun sebelumnya. Namun demikian, panen tertinggi tanaman kedelai tahun 2013 tetap terjadi pada setiap bulan Agustus.***(son/bpt)