Ilustrasi Karhutla
Ilustrasi Karhutla

Bangkinang (SegmenNews.com)- Upaya menekan angka kebaran hutan dan lahan (Karhutla), Badan Panggulangan Bencana daerah (BPBD) kabupaten Kampar melakukan sosialisasi melalui radio Pemerintah setempat.

Sosialisasi tersebut disampaikan oleh Sekretaris BPBD Kabupaten Kampar, Retno Susilawati. Dalam penyampaiannya, bahwa badai Elnino yang terjadi diberbagai belahan dunia menyebabkan kondisi kekeringan lebih awal di Indonesia. Khusus untuk Provinsi Riau diperkirakan kondisi kekeringan tersebut akan terjadi pada bulan Juni sampai dengan September 2014.

“Justru karenanya, BPBD kabupaten Kampar sejak dini telah melakukan berbagai kesiapan dalam menghadapi musim kering tersebut,” ujarnya dalam dialog.

Ditambahkan Retno, bahwa musim kekeringan atau kemarau yang ditandai pula dengan musim yang ekstrim dimana suhu pada siang hari, malam hari terasa sangat ekstrim dengan ditandai pula suhu udara berkisar antara 36-38 derjad Celsius.

“Patut dicatat bahwa bila kondisi ekstrim dengan suhu antara 36-38 derajat Celsius tersebut sangat rawan bagi timbulnya titik api terutama pada lahan-lahan gambut seperti kondisi lahan gambut di desa Rimbo Panjang yang ketebalan gambutnya berkisar antara 1-7 meter,” paparnya.

Dikatakannya, cuaca ekstrim tersebut juga menjadi ancaman bagi kawasan hutan yang ada dan cukup luas di kabupaten Kampar.***(adv)