ilustrasi
ilustrasi

Siak (SegmenNews.com)- Jelang Hari Raya Idul Fitri 1435 H, sejumlah wilayah Siak dilanda Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). Kondisi ini dikawatirkan akan menimbulkan dampak kabut asap pada saat lebaran nanti. Terpantau, ada empat titik lokasi terjadinya karhutla, dengan luas lahan yang terbakar lebih kurang 50 Ha.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Siak, Wan Abdul Razak membenarkan terhadinya karhutla. Namun, Kepala BPBD ini mengaku tidak mengetahui dimana saja titik lokasi kebakaran.

“Ya, memang ada kebakaran lahan. Untuk lokasi jelasnya, silahkan konfirmasi kepada Bidang Pemadam Kebakaran, karena saya sedang Dinas Luar Kota (DLK) di Pekanbaru, dan tidak memegang data,”ujar Wan Abdul Razak, Jum’at (25/7).

Kepala Bidang Pemadam Kebakaran, Iwan Priyatna menjelaskan, empat titik lokasi kebakaran lahan yakni, di Jalan lintas Baru, Desa Dayun, Kecamatan Dayun, Desa Kuala Gasib, Kecamatan Koto Gasib, Jalan Lintas Perawang, Kecamatan Tualang, dan Desa Sam-Sam, Kecamatan Tualang.

“Dari empat lokasi kebakaran, diperkirakan lahan yang terbakar telah mencapai 50 Ha,”katanya.

Dari empat titik kebakaran hutan, lokasi terparah yakni di Desa Telaga Sam-Sam Kecamatan Kandis, dengan luas lahan yang terbakar lebih kurang 42 Ha lahan sawit milik warga hangus terbakar.

Saat ini petugas Damkar, pihak kecamatan, Pol PP, Polisi dari Polsek Kandis juga di terjunkan untuk melakukan pemadaman api. Selain itu, ada 3 unit mobil pemadam kebakaran dan dbantu 1 unit mobil pemadam kebakaran milik PT.Ivomas di lokasi kebakaran.

“Lahan sawit yang terbakar merupakan tanah gambut dan sulit dipadamkan. Saat ini proses pemadaman masih terus berlangsung,”katanya.

Selain itu, lokasi Kebakaran yang baru saja terjadi, yakni di Jalan Lintas Desa Dayun- Siak, terbakar pada Kamis (24/7) malam. Lahan yang terbakar merupakan semak belukar dan sebahagian lainnya merupakan lahan sawit. Diperkirakan lebih kurang 2 Ha lahan yang hangus terbakar dilokasi itu.

Iwan mengaku pihaknya kesulitan untuk melakukan pemadaman dilokasi tersebut karena titik api yang sulit dijangkau. Selain itu, pihaknya juga kesulitan untuk menemukan sumber air yang akan digunakan untuk melakukan pemadaman.

“Lahan yang terbakar merupakan lahan gambut, kesulitan air yang kita hadapi membuat sulit untuk melakukan pembatas dan pemadaman. Kita khawatir api akan semakin melebar dibawa angin, apalagi kondisi cuca saat ini panas dan kering,”katanya.

Dilain pihak, Kapolres Siak, AKBP Dedi Rahman Dayan yang dikonfirmasi prihal semakin maraknya kebakaran yang terjadi, masih belum dapat dikonfirmasi.***(rinto)