ilustrasi
ilustrasi

Pekanbaru (SegmenNews.com)- Dua kasus pembunuhan mengenaskan yang terjadi pasca lebaran H-3 hingga H+3 membuat masyarakat resah dan cemas, untuk menghindari kecemasan tersebut Polisi harus meyakinkan masyarakat bahwa pelaku bisa diciduk dengan cepat.

Demikian dikatakan Kriminolog Universitas Islam Riau (UIR) Dr Syahrul Akmal Latief MSi, Senin (4/8/14), menurutnya, jika aparat hukum bekerja ekstra pelaku pastinya bisa ditangkap secepatnya. Pasalnya, dari beberapa kasus yang ada di Pekanbaru baik kasus sebelumnya pelaku pasti dikenal oleh korban.

“Ini menjadi PR besar bagi aparat hukum, agar tidak menimbulkan kecemasan ditengah-tengah masyarakat,” ulas Sekretaris Pasca Sarjana Universitas Islam Riau ini.

Pasca lebaran saja ada dua kasus pembunuhan pertama, Syahrika ataupun Morin w dijalan Bambu Kuning Perumahan Jondul blok F
Kecamatan Tenayan Raya, korban yang ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa dengan posisi terendam didalam bak mandi pada hari Sabtu (26/7) sore dan yang paling mengenaskan adalah pembunuhan seorang bayi yang tidak berdosa.

Menurut Syahrul, pembunuhan itu jelas tidak ada hubunganya jika dikaitkan satu sama lain. Tapi, ia menilai untuk memahami kasus pembunuhan, harus merujuk pada perspektif yang selama ini dominan menangani kasus pembunuhan.

“Biasanya pembunuhan itu, yang murni pembunuhan yang kekerasan pembunuhan itu selalu motifnya interpersonal. Motifnya selalu ada persoalan yang terjadi antara pelaku dan korban, bisa merasa terhina, atau relasi asmara. Tidak menutup kemungkinan juga karena sengketa bisnis dan lainnya,” jelas Syahrul.***(chir)