INT
INT

PEKANBARU (SegmenNews.com)- Sopir angkutan umum tolak adanya pembatasan solar bersubsidi yang ditetapkan Pemerintah pada 1 Agustus 2014 lalu. Pasalnya dengan adanya pembatasan solar bersubsidi akan berdampak pada omset mereka.

Seperti yang dikatakan Agai, salah satu sopir angkutan umum jurusan Pekanbaru-Dumai. Ia khawatir penumpang akan lebih memilih travel berbahan bakar non solar.

“Kalau solar dibatasi, tentu kita yang mendapat dampaknya, karena mobil yang kita bawa mesinnya solar. Kalau dibatasi tentu harga mahal secara otomatis kita naikkan ongkos, kalau ongkos kita mahal tentu penumpang lebih memilih mobil yang berbahan bakar bensin kayak travel, tambah abis lah kita,” jelasnya kesal,  Kamis(07/08/2014) dilansir bertuahpos.

Hal senada juga dikatakan Iyas Sopir angkutan umum di tujuan Pekanbaru-Sumbar kepada bertuahpos.com.

“Kalau solar naik, kita yang bawa angkutan umum ini yang tambah melarat. Apalagi setelah lebaran ini penumpang akan mulai sepi, kalau Solar naik, mau tidak mau kita juga akan naikkan ongkos. Jadi khawatir kita nanti tidak ada penumpang yang naik mobil kita karena ongkosnya yang mahal, dan penumpang lebih memilih naik mobil kecil- kecil tu yang pakai bensin harga hanya beda sedikit,” jelasnya.

Iyas berharap pemerintah dalam menetapkan kebijakkan sebaiknya memperhatikan nasib sopir angkutan umum. “Jangan sampai kebijakkan yang dibuat membuat kita menderita,” harapnya.***(btp)