Ismail Hamkaz SAg,Msi
Ismail Hamkaz SAg,Msi

ROKAN HULU (SegmenNews.com)- Anggota DPRD Rokan Hulu Komisi III, Ismail Hamkaz SAg,Msi menyambut baik rencana Gubernur Riau akan membangun kembali situs-situs sejarah di provinsi Riau.

Dikatakan Ismail kepada SegmenNews.com, Senin (11/8/14) baik secara pribadi, masyarakat dan anggota DPRD kabupaten Rokan Hulu-Riau serta mewakili masyarakat kalangan bawah, menyambut gembira akan pernyataan Gubernur Riau Anas Maamun disalah satu media cetak Riau bakal membangun kembali situs sejarah Riau tersebut.

Walau bagaimanapun katanya, bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai dan menghormati jasa para pahlawannya, termasuk peninggalan sejarah yang telah memberikan spirit dan pelajaran bagi kita bersama sekarang dan akan datang apa yang telag dilakukan oleh para pendahulu, bukan hanya memikirkan kondisi mereka saat itu juga tapi uga untuk anak cucunya di kemudian hari.

“Melalui media ini kami sangat berharap kepada pak gubernur dapat mendengarkan, merasakan, dan perlunya peninjauan ke lapangan apa yang menjadi harapan kami sebagai masyarakat untuk mengembalikan situs sejarah yang selama ini hanya berjalan di tempat, dan kami sebagai masyarakat terus mencari pemimpin dan menyampaikan akan hal ini untuk di diambil kebijakan yang konkrit sehingga menjadi situs yang dapat memberikan motivasi dan dedikasi yang tinggi, yang kami maksud adalah tempat kelahiran dua tokoh besar di desa Rantau Binuang Sakti Kecamatan kepenuhan Kabupaten Rokan Hulu, Riau,” harapnya.

Dijelaskan Ismail situs sejarah di Rokan Hulu adalah, Syekh abdul wahab Rokan al-kholidi naqsabandy penyebar thariqat naqsabandi di asia tenggara, sampai saat ini keberadaan akan ajaran beliau masih berjalan di tempat, dia meninggal beliau di basilam, langkat sumatera utara.

Setiap tahunnya hingga saat ini masih dilaksanakan peringatan haul beliau yang di hadiri puluhan ribu jamaag dari berbagai daerah di nusantara dan luar negeri.

Selanjutnya, Sultan Mohammad Zdainal Abidin, pada zaman Alm. Datuk. H. Ismail suko, nam beliau pernah di usulkan menjadi pahlawan nasional, makam beliau sekarang di kediri jawa timur, dan sering dan bnayak para oengunjung menziarahi kuburan beliau.

“Daerah ini ( rantau binuang sakti ) masuk wilayah KAT dan daerah terisolir, yang menjadi pertanyaan kita adalah mengapa tentang situs sejarah yang ada di daerah ini belum mendapat perhatian utama dari kalangan pengambil kebijakan, inilah yang menjadi keprihatinan kami, sekalipun kami sebagai masyarakat terus berupaya untuk menyuarakan akan situs yang bersejarah,” tukasnya.

Sementara situs sejarah lainnya di Rokan Hulu yakni

A. Benteng seluas 1 Ha seperti gundukan tanah.
b. Kolam renang pemandian anak raja.
c. batu pilar belanda
d. makan dari ayahanda suktan mohammad Zdainal Abidin bertingkat tujuh ( ayahandanya bernama adbul wahid ).
e, Tapak Masjid pertam yang didirikan oleh syekh abdul wahab rokan.
f. makam guru dari tuan guru syekh abdul wahab rokan.
g. kayu kundur tempat tuan guru menunggu jemmuran padi dan tenpat menuntut ilmu..

“Sekali lagi kami sAngat berharap dgn adanya pernyataan guibernur ini menjadi suati kebijakan yang konkrit ditengah masyarakat, apalagi dalam visi dam misi beliau yakni tidak ada lagi di riau ini daerah yang terisolasi, dan inilah sat nya oleh beliau sebagai peminpin untuk mewujudkannya, kami sangat berharap pak, karena kami terus menyuarakan ini setiap kali pergantian kepemimpinan baik di kabupaten maupun provinsi,” papar Ismail berharap pemimpin baru mendengarkan harapan masyarakat.***(r4n/rls)