ilustrasi
ilustrasi

Pangkalan Kerinci (SegmenNews.com) – Menyikapi adanya keluhan warga terkait bau tidak sedap dikeluarkan oleh pabrik tersebut bahkan polusi asap yang dikeluarkan dari cerobong pabrik kelapa sawit (PKS) PT Jalur Pusaka Sakti Kumala (JPSK) di Jalan Lintas Timur, Km 55, Pangkalan Kerinci. Mendapat respon dari Ketua sementara DPRD Pelalawan Nasaruddin SH MH, kemarin.

“Kalau memang ada keluhan warga terkait cerobong asap PT JPSK selahkan lapor agar kita dapat segera memanggil pihak
perusahaan,” ujar Nasaruddin.

Selain akan memanggil pihak PT JPSK, politisi golkar itu juga meminta Badan Lingkungan Hidup (BLH) kabupaten Pelalawan untuk segera turun melakukan pengecekan terkait adanya indikasi pencemaran udara yang keluar dari cerobong pabrik sawit tersebut.

“Kalau sudah turun menemukan ada indikasi pencemaran, kita minta pihak BLH untuk memberkan tindakan tegas. Kalau dibiarkan akan kita bawa dalam pertemuan nanti. Apalagi kondisi ini telah lama terjadi, jangan sampai ada warga yang menjadi korban,” tegasnya.

Untuk itu ungkap Nasaruddin yang juga menjabat Ketua Komisi I DPRD Pelalawan, meminta kepada pihak perusahaan segera meminimalisir kepulan asap dan bau tidak sedap tersebut, karena menyebabkan polusi udara bagi masyarakat kota Pangkalan Kerinci khususnya yang ada di sekitar pabrik.

Sementara pantauan di lapangan terlihat pabrik sawit yang berada persis di depan SPBU KM 55, samping rumah makan sederhana itu, tiap hari mengeluarkan kepulan asap hitam dari cerobong pabrik PT JPSK tersebut. Sedangkan di sekitarnya juga ramai pemukiman penduduk.

“Asap itu cukup pekat, bila terhirup dapat mengganggu kesehatan. Tapi kalau baunya terkadang timbul. Untuk itu kita minta instansi terkait segera mengambil tindakan,” ucap Ucok yang ditemui SegmenNews,com.***(fin)