Joko Widodo  (viva)
Joko Widodo (viva)

SEGMENNEWS.COM- Presiden terpilih Joko Widodo membuka peluang bagi kepala daerah yang memiliki prestasi untuk masuk dalam kabinetnya. Banyak usulan terkait nama-nama pemimpin daerah untuk masuk kabinet. Namun, penetapan kabinet masih akan melalui proses penggodokan yang matang.

Dengan landasan profesionalisme, Jokowi memang membuka peluang terkait hal itu. Saat ini, paling tidak ada empat nama kepala daerah berprestasi yang sudah digadang-gadang masuk dalam kabinet.

Mereka adalah Walikota Bandung Ridwan Kamil, Walikota Bogor Bima Arya, Walikota Surabaya Tri Rismaharini dan Bupati Kudus Musthofa. Keempat kepala daerah ini dianggap memiliki prestasi. Ridwan Kamil misalnya, dianggap berhasil melakukan penataan kawasan ekonomi, Bima Arya disebut melakukan banyak perubahan kebijakan birokrasi daerah.

Walikota Surabaya, Tri Rismaharini, dikenal luas sebagai kepala daerah yang berhasil membuat bersih Kota Surabaya dari sampah. Selain itu, dia juga dianggap sukses menjalankan reformasi birokrasi.

Sementara Bupati Kudus, Musthofa, dianggap mampu mengelola PKL dan membuka dikenal sangat sukses. Membuka banyak balai latihan kerja bagi warganya, pemberian layanan kesehatan prima, pemberdayaan usaha mikro dan pendidikan yang memadai.

Pengamat politik Universitas Al-Azhar Indonesia (UAI), Damayanti W, menuturkan, latar belakang menteri memang menjadi ukuran keberhasilan kerja kabinet. Karena itu, Jokowi dianggap perlu menggandeng kepala daerah berprestasi sebagai calon menteri.

“Kepala daerah yang berprestasi telah memiliki bekal dan syarat layak untuk menjadi menteri,” kata Damayanti.

Menurutnya, ada empat kepala daerah yang memang terbilang sukses memimpin daerahnya meski dengan katagori yang berbeda-beda. Namun, secara nyata mereka ini telah berhasil memberikan perubahan. Kemudian keberhasilannya itu bukan karena popularitas.
“Tapi, perubahan pada tingkat lokal itu yang penting,” katanya.

Hingga kini belum ada kepastian siapa saja yang akan duduk sebagai menteri di kabinet pemerintahan Joko Widodo dan Jusuf Kalla. Tapi Jokowi mengatakan, membuka peluang untuk memilih kepala daerah berprestasi.

“Bisa saja. Kenapa tidak (kepala daerah menjadi menteri). Semuanya mungkin,” kata Jokowi di Rumah Transisi beberapa waktu lalu.***
Red: hasran
Sumber: viva