SELATPANJANG (SegmenNews.com)- Fasilitas pasar modern Selatpanjang, Kepulauan Meranti di kawasan pelabuhan Tanjung Harapan yang dibangun dengan dana APBN 2012 Rp14 miliar lebih belum maksimal.

Massa waktu pemeliharaan proyek pembangunan pasar modern selatpanjang sejak maret 2014 lalu sudah berakhir. Namun disebabkan belum maksimalnya fasilitas pasar, maka para pedagang belum menempatinya.

Dikatakan, kepala dinas pasar kebersihan dan pertamanan kota, Khairul, Senin (1/9/14) pasar modern yang mampu menampung 300 pedagang tersebut memang masih terganjal beberapa persoalan. Diantaranya, timbunan tanah untuk jalan memasuki pasar belum siap tidak adanya lapangan parkir yang layak, gudang gas lpj, material proyek seperti pasir dan batu batu dan saat ini masih banyak tempat usaha masyarakat yang berada di pintu masuk sebelah barat pasar yang nantinyaakan menggangu aktifitas pasar.

“Belum lagi masalah lapak jualan dan konter serta gudang untuk pedagang yang ada dilantai dua pasar modern, kan kondisinya masih belum bisa dimanfaatkan, karena belum diskat atau dipisah-pisahkan menggunakan pembatas,” jelas Khairul.

Menanggapi lambannya pemakaian lapak pasar modern selatpanjang, Mariana(27) mahasiswi ilmu komunikasi disalah satu universitas terkemuka dikota Batam, ketika berbincang-bincang dengan SegmenNews.com di pelabuhan tanjung harapan kota selatpanjang dia berharap lapak pasar modern selatpanjang itu nantinya benar-benar diberikan kepada masyarakat pedagang yang tidak mampu menyewa lapak, sehingga mereka harus menggelar daganganya disejumlah tempat keramaian yang dampaknya membuat kesemerawutan kota selatpanjang.

“Yang harus diperhatian juga bagi pemerintah, kalau memang pedagang yang menempati lapak pasar tersebut digratiskan, saya kira langkah tersebut sangat sangat saya dukung sekali, pastinya masyarakat luas akan mendukung juga, hanya saja jangan sampai pemberian lokasi jualan secara gratis itu dikarenakan embel-embel tertentu,oleh pihak pihak terkait,” ulasnya.***(defri)