Petugas Dishub bersiap menderek mobil yang terparkir liar di pinggir Jalan Jatinegara Timur, Jakarta, 8 September 2014. Pemilik kendaraan wajib membayar denda parkir liar sebesar Rp. 500.000 melalui bank DKI. TEMPO/Dasril Roszandi
Petugas Dishub bersiap menderek mobil yang terparkir liar di pinggir Jalan Jatinegara Timur, Jakarta, 8 September 2014. Pemilik kendaraan wajib membayar denda parkir liar sebesar Rp. 500.000 melalui bank DKI. TEMPO/Dasril Roszandi

Jakarta – (SegmenNews.com) Razia parkir liar yang digalakkan di sepanjang Jalan Akses Marunda, Jakarta Utara tak membuat sopir truk kehabisan akal. Mereka yang biasa parkir di pinggir jalan itu kini memilih bersembunyi di Terminal Mobil Barang Tanah Merdeka yang berjarak 3 kilometer dari titik razia.

Kepala Terminal Tanah Merdeka, Otto Samosir mengatakan, dalam dua hari terakhir jumlah truk yang parkir di terminal pada pagi hari meningkat. “Itu truk-truk yang kabur dari razia. Mereka menunggu di terminal sampai razia selesai atau kalau sudah dipanggil untuk loading,” kata Otto yang ditemui pada Selasa malam, 9 September 2014.

Penambahan truk yang menumpang di terminal mencapai 10 unit per hari. Namun, Otto memperkirakan jumlah itu bisa bertambah karena sesama sopir akan saling bercerita untuk menunggu di terminal saja. Apalagi, parkir di dalam terminal itu cuma perlu membayar Rp 3 ribu.

Akibat meningkatnya jumlah kendaraan di terminal, aktivitas di sana terhambat karena kendaraan menjadi susah memutar di dalam terminal. Kebanyakan kendaraan di terminal itu adalah truk kontainer dan bus besar yang tidak tertampung di Terminal Tanjung Priok. “Tambah sedikit unit saja sudah terasa sekali sesak di terminal ini,” ujar Otto.

Otto menjelaskan, sebelumnya Terminal Tanah Merdeka memiliki luas mencapai 5 hektar dengan kapasitas kendaraan sekitar 300 unit. Namun, sebagian lahan sudah terpakai untuk pembangunan stasiun pengisian bahan bakar gas seluas 3.600 meter persegi, lahan untuk tiang akses Tol Priok seluas 12 ribu meter persegi dan pembangunan kantor Dinas Perhubungan. Akibatnya, kapasitas terminal pun berkurang.

Selain itu, truk-truk yang terjaring razia parkir liar di Jalan Akses Marunda juga diderek untuk dikandangkan dalam Tanah Merah. Sejak razia dimulai dua hari lalu, sudah ada enam truk yang diderek ke terminal ini. Hal ini semakin menyesaki terminal. “Kami ingin truk yang diderek ke sini langsung diambil pada hari yang sama agar tidak ada penumpukan di terminal,” kata Otto.***

Red : Achir
Sumber : Tempo.co