ilustrasi
ilustrasi

TEMBILAHAN (SegmenNews.com)- Pemkab Indragiri Hiliri (Inhil) memiliki program Gerakan Tanam dan Pelihara Kelapa. Sayangnya, pertumbuhan pesat perkebunan kelapa sawit cukup meresahkan warga, terutama petani kelapa (bukan kelapa sawit).

Wakil Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Inhil, Hidayat Hamid Selasa (16/09/2014) kemarin menyampaikan adanya fakta terjadinya konflik antar warga pemilih lahan kelapa dengan perusahaan perkebunan sawit di Inhil.

“seharusnya gerakan yang dicanangkan Bupati HM Wardan diikuti dengan upaya konkrit bagi penyelamatan perkebunan kelapa dalam di Inhil. Kenyataannya justru kontradiksi dengan massifnya pembukaan perkebunan kelapa sawit hampir di seluruh kecamatan di Inhil,” paparnya.

“Jangan sampai Program Gerakan Tanam dan Pelihara Kelapa ini hanya menjadi gerakan moral saja, tanpa adanya upaya konkrit Pemkab Inhil bagi penyelamatan perkebunan kelapa masyarakat,” ungkap Hidayat Hamid kepada wartawan.

Saat ini Pemkab Inhil gencar menggalakkan penggunaan kelapa dan produk turunan, seperti minyak kelapa. Bahkan, Bupati Inhil sampai mengeluarkan imbauan agar warga -khususnya pegawainya- menggunakan produk tanaman kehidupan ini.

Apalagi, didukung dengan pencanangan Program Gerakan Tanam Kelapa (bukan Kelapa Sawit) oleh Bupati Inhil M Wardan.

Namun kondisi sebaliknya juga terjadi.Seakan-akan terjadi ‘pembiaran’ masuknya perusahaan sawit yang menggerus lahan perkebunan kelapa masyarakat, walaupun mereka beralasan kerjasama pengelolaan lahan tidak produktif.***(btp/ran)