int
int

MELAI (SegmenNews.com)- Sulitnya memperoleh kayu alam, membuat masyarakat di wilayah Pulau Rangsang, Rangsang Pesisir dan Rangsang Barat Kecamatan Rangsang Kepulauan Meranti terpaksa menggunakan pohon kelapa sebagai bahan utama membangun rumah mereka.

Kondisi tersebut sudah terjadi sejak tiga tahun terakhir, hutan yang selama ini dimanfaatkan masyarakat untuk mengambil kayu alam sebagai bahan membangun rumah tak lagi bisa didapat. Pasalnya, kayu alam dihutan sudah habis dibabat perusahaan yang berdalih jalankan HTI diwilayah itu, salah satunya PT Sumatra Riang Lestari(PT SRL).

Keluhan itu dikatakan warga Melai Kecamatan Rangsang Barat, Muslim dan Toha pekan lalu. Mereka yang sehari-harinya membantu masyarakat membangun rumah terpaksa menggunakan pohon kelapa sebagai pengganti kayu alam yang sudah langka.

“Kami mulai bingung, sebab dalam tiga tahun terakhir, kami kesulitan memperoleh kayu dihutan. Kalau dulu masyarakat yang ingin membangun jambatan kayu, pagar, dan bangunan proyek tinggal masuk kehutan san memilih sendiri model kayu yang dibutuhkan. Tapi sekarang, jangankan mencari kayu alam hutan nya saja sudah tidak ditumbuhi kayu, yang ada hanya semak-semak dan galian kanal perusahaan,” ungkap Muslim kesal.

Menurut Muslim, kayu dihutan sudah habis diambil oleh perusahaan HTI (PT SRL). Sementara untuk mendapat kayu dari luar pulau juga sangat susah, selain harga mahal, para pemilik kapal pun mulai enggan membawa kayu. Pasalnya, kapal yang mengangkut kayu untuk bangunan rumah saja ditangkap pihak keamanan. Masyarakat mulai ketakutan mengangkut kayu.

Mereka berharap pihak terkait dapat memperhatikan masyarakat kecil.***(def)