Ilustrasi
Ilustrasi

PEKANBARU (SegmenNews.com)- Isu perselingkuhan yang dilakukan pejabat kembali merebak. Saat ini salah satunya menimpa Wan Marwan, salah seorang Direktur di Bank Riau Kepri. Ia diisukan berselingkuh dengan Im, salah seorang staf di Bank Riau Kepri.

Isu perselingkuhan tersebut disebarkan melalui sms kepada sejumlah wartawan dan lainnya. Dari data yang diperoleh tim Riau Realitas, setidaknya dua wartawan di Pekanbaru. Masing-masing Hendra, wartawan Haluan Riau dan Junaidi, wartawan www.bertuahpos.com, memperoleh sms yang sama, yakni berisi info perselingkuhan Wan Marwan.

Dalam sms yang dikirim kepada sejumlah orang, termasuk wartawan itu berbunyi “Wan Marwan (Direksi Bank Riau) kamu selingkuh dengan simel sekretaris kamu dan istri kamu nampar simel dan media udah pada tahu wan kamu selingkuh dan tolong bapak konfirmasi lansung sama wan marwan”.

Hendra, wartawan Haluan Riau, kepada tim segmennews.com membenarkan dirinya memperoleh sms tersebut. Menurutnya sms tersebut diperolehnya dari nomor +6285376968920. “Nomor ini ada beberapa kali mengirim sms kepada saya, sebelumnya ia menyampaikan adanya dugaan ijazah palsu yang digunakan salah satu karyawan PT Bank Riau Kepri. Terakhir nomor tersebut mengirim sms soal isu perselingkuhan Wan Marwan tersebut,” ujarnya.

Dikatakannya, beberapa tahun lalu dirinya sering mendapat sms yang memberikan info tentang hal-hal yang terjadi di Bank Riau, seperti dugaan korupsi di Bank Riau, serta pemeriksaan sejumlah pejabat Bank Riau Kepri oleh aparat hukum.

“Dulu saya sering mendapat sms gelap seperti ini dan sering akurat. Seperti pemeriksaan sejumlah pejabat Bank Riau Kepri oleh penyidik Mabes Polri terkait korupsi penyaluran kredit oleh PT Bank Riau Kepri kepada PT Saras Perkasa sebesar Rp32,5 miliar yang menyeret mantan Direktur Utama PT Bank Riau Kepri, Zulkifli Thalib. Ketika itu ada info sms yang menyebutkan sejumlah nama pejabat Bank Riau diperiksa tim Mabes Polri. Info sms itu saya cek ternyata benar lagi ada pemeriksaan. Tapi kalau soal isu perselingkuhan ini, saya tidak tahu apakah akurat atau tidak, karena saya kurang tertarik dengan informasinya, sehingga saya tidak melakukan pengecekan,” terang Hendra.

Hal senada juga diungkapkan Junaidi, wartawan www.bertuahpos.com. Menurutnya dirinya juga memperoleh sms yang sama seperti yang diterima Hendra. Ia memperkirakan isu tersebut dilontarkan oleh orang di Bank Riau, yang tidak senang dengan Wan Marwan.

Sementara Yudi, Humas PT Bank Riau Kepri, ketika dikonfirmasi mengenai isu perselingkuhan Wan Marwan tersebut, malah balik bertanya. “Dapat informasi dari mana? ujarnya bertanya, yang kemudian disampaikan saat ini banyak sms yang beredar mengenai itu.

“Tidak ada itu,” ujar Yudi menjawab.
Ketika ditanya apakah ada staf Wan Marwan bernama Imel, Yudi dengan singkat menjawab tidak ada.

Sementara Eva, istri Wan Marwan ketika dikonfirmasi apakah dirinya ada menampar Sekretaris Wan Marwan yang bernama Imel karena dinilai selingkuh dengan Wan Marwan, membantah hal tersebut. “Tak ada saya menampar, bohong itu,” ujarnya dengan nada sedikit tinggi.

Sementara Wan Marwan, Direktur Operasional Bank Riau Kepri ketika dikonfirmasi melalui selulernya, tidak bersedia menjawab. Konfirmasi melalui sms mempertanyakan kebenaran isu perselingkuhan tersebut juga tidak dijawab.***(hasran)