Mrh bersama kedua anaknya saat berada di salah satu hotel di Meranti
Mrh bersama kedua anaknya saat berada di salah satu hotel di Meranti

Selatpanjang (SegmenNews.com)– Dua bulan sudah, Mrh (34) asal Kota Dumai bersama kedua anaknya, Muhammad Marsya Akbar (2,3) dan adiknya berada di Kepulauan Meranti, Riau untuk mencari keadilan seorang ayah yang menjabat sebagai Kepala Kantor Perpustakaan dan Arsip di Kepulauan Meranti, Samsudin Tuamin (45).

Walaupun sudah menanti dua bulan dan berbagai ancaman dari keluarga oknum pejabat itu mendera Mrh sebagai istri kedua: Baca (wartawanpun Diancam) . Dia tetap kekeh mencari keadilan dan menuntut hak-hak anaknya yang belum ada kejelasan. Hingga saat keluarga kecil itu masih menetap di Meranti, tak pulang ke Dumai sebelum ada kejelasan dari sang ayah yang menelantarkan mereka.

Dalam mencari keadilan, keluarga kecil itu didera berbagai masalah, sebelumnya diancam oleh diduga pihak keluarga Oknum pejabat, kali ini, anaknya M Marsya Akbar ditabrak sepeda motor di jalan Merbau Kota Selatpanjang saat akan menyebrangi jalan pada hari Minggu (29/10/14).

Anak yang baru berumur 2,3 tahun itu sempat dirawat diklining pengobatan Dr Joko Nugroho jalan Kesehatan karena mengalami luka-luka di pipi dan kepala, untungnya penabrak itu ikut menolong dan bertanggung jawab.

Saat di temui wartawan, raut wajah gelisah dan sedih menyelimuti ibu dua anak itu. raut wajahnya juga terlihat mengharap belas kasihan, namun dia tak memiliki keluarga tempat mengadu kegundahannya di Meranti selain mengharap sang suami ayah dari anak-anaknya kembali. : Baca Juga Sebelumnya (Ibu dan Anak Mencari Keadilan).

“Anak saya ditabrak sepeda motor untungnya bapak itu bertanggung jawab membawa anak saya kerumah sakit ini,” ucap ibu itu dengan bibir bergetar sambil menitikkan airmatanya.

Untungnya anak itu tak mengalami luka parah. Namun saat ditanya mengenai upayanya mencari ayah dari anaknya itu. Ibu itu tak mampu membendung air matanya, air mata yang sudah mengumpul di pelopak matanya mengalir deras kepipinya, seperti tak mampu berkata-kata lagi.

Karena segala upaya yang ditempuhnya untuk mencari bantuan agar suaminya mengakuinya dan anak-anaknya seperti harapan yang menggelayut diatas tanpa tau kapan turun dan perginya. Atau tidak ada kejelasan.

“Saya dan anak-anak merasa diterlantarkan dan dizalimi. Bahkan saya terus mendapat tekanan dan ancaman dari keluarga adik-beradik suami saya, maka saya melapor ke Kantor Polisi dan menemui Sekda selaku pimpinannya, agar beliau mau menjembatani penyelesaian masalah rumah tangga kami,” ujar Mrh disertai sisa sisa isakan tangisnya.

Sebelumnya Sekda Meranti, Drs H Iqaruddin MSi dikonfirmasi berjanji akan menjembatani penyelesaian keluarga itu, dengan mempertemukan mereka. Namun sampai sekarang belum ada kejelasan. Baca (Sekda Janji Jembatani Permasalahan).***(tim/df)