Daging kurban di Medan bertuliskan Allah
Daging kurban di Medan bertuliskan Allah

SegmenNews.com– Potongan daging kurban bertuliskan lafaz Allah membuat geger warga Medan, Sumatera Utara. Keberadaan tulisan itu baru diketahui saat potongan daging dimasak oleh pemiliknya, Lili Rahmayani.

Ia menceritakan, di hari raya Idul Adha 1435 Hijriah pada Minggu 5 Oktober 2014, dirinya mendapat sekantung daging kurban dari Masjid An Nur di sekitar rumahnya di Kecamatan Tembung, Kabupaten Delisersang. Daging tersebut kemudian disimpan di lemari pendingin setelah dipindahkan ke wadah plastik.

Barulah pada tadi pagi, Lili berencana memasak daging itu menjadi gulai. Agar daging empuk saat disantap, ia pun lebih dahulu merebus potongan-potongan daging. Anehnya, sepotong daging mengeluarkan gumpalan uap berwarna merah seperti cahaya.

“Saya bingung, saya lihat-lihat kok ada warna merah. Ketika saya perhatikan dengan saksama, saya terkejut ada benjolan berbentuk aksara. Lalu saya tegakkan daging itu, ternyata ada tulisan Allah,” jelas Lili saat ditemui wartawan, Kamis (9/10/2014).

Ia langsung melaporkan apa yang dilihat ke ayahnya, dan sang ayah menyarankan agar fenomena itu disampaikan ke nazir Masjid An Nur. Ayahnya juga menyarankan potongan daging kemudian disimpan.

Guna menyakinkan adanya tulisan di potongan daging tersebut, Lili yang merupakan guru biologi di MTs Negeri 2 Medan, membawanya ke sekolah untuk diteliti. Setelah diteliti, memang benar tulisan itu berlafaz Allah.

Lili mengatakan sama sekali tidak ada mimpi ataupun tanda-tanda sebelum kejadian itu. Tetapi setiap kali ingin memasak daging tersebut, ia selalu lupa, hingga akhirnya daging benar-benar dimasak tadi pagi. “Pernah waktu mau buka kulkas untuk mengambil daging, tiba-tiba saja lupa,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala MTs Negeri 2 Medan, Nur Nursalimi, mengajak masyarakat, khususnya para siswa, mengambil hikmah positif dari penemuan itu, yakni menjadikannya sebagai bukti kebesaran Allah SWT.

“Hal ini juga merupakan pelajaran agama bagi anak-anak tentang kebesaran Allah SWT,” jelas Nur Saimi.***(kpr)