ilustrasi
ilustrasi

Pekanbaru (SegmenNews.com)– Aksi teror perampokan bersenjata api di Kota Pekanbaru, Riau, terus berlangsung.

Setelah BRI Pasar Tangor dan supir truk sawit, giliran PT Biro Klasifikasi Indonesia (BKI) Wilayah Pekanbaru yang menjadi sasaran, Kamis (16/10/2014) dini hari tadi.

Sewaktu beraksi, tiga orang pelaku melumpuhkan dan menyandera dua Satpam yakni, Fahrozi (37) dan Sitorus. Keduanya tak berdaya karena ditodong senjata api.

Setelah itu, mereka mencongkel berangkas dan melarikan dua unit laptop. Kerugian ditaksir puluhan juta rupiah.

Petugas yang mendapat informasi setelah perampok sukses, langsung turun ke lokasi dan melakukan olah tempat kejadian perkara. Penyidik masuk mencari bukti petunjuk dari lokasi di Jalan Arifin Ahmad itu.

Pengakuan Satpam, mereka dipukul pakai senjata dan linggis di bagian pundaknya. Korban disuruh tiarap dan diancam akan dibunuh kalau berteriak dan melawan.

Setelah itu, dua pelaku lainnya mencongkel empat berangkas di kantor tersebut. Dari sana, pelaku menggasak uang belasan juta dan membawa berangkas berisi uang, yang belum bisa dibuka.

“Pelaku diduga mencongkel dan menyendera korban. Korban masuk ke kantor dengan merusak pinto kantor,” ungkap Kapolsek Bukit Raya didampingi Kanit Reskrim Iptu Arry Prasetyo saat dikonfirmasi di lokasi kejadian.

Pelaku lari menggunakan mobil Toyota Avanza, setelah menjarah isi kantor Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di bawah Dinas Perhubungan itu.

Hingga kini, dua Satpam masih dimintai keterangan di Mapolsek Bukit Raya. Polisi juga terus melakukan penyelidikan untuk menangkap pelakunya.

Menurut Arry Prasetyo, korban tidak bisa melihat wajah pelaku karena disandera dengan keadaan tengkurap. Terlebih lagi, di kantor itu tidak ada CCTV. “Yang mereka tahu, jumlahnya tiga orang, dan satunya kurus. Cuma itu saja. Kemudian, CCTV tidak ada,” ungkap Kanit.

Menurut Kepala Cabang PT. Biro Klasifikasi Indonesia, Pekanbaru Adi Solihin Rizal, CCTV baru akan dipasang.

Ditanyakan berapa kerugian yang dialami perusahaan, Kepala Cabang mengaku mencapai Rp 40 juta. “Kerugian sekitar Rp40 juta. Kita menyayangkan dokumen-dokumen yang ada di laptop yang dilarikan itu,” pungkasnya.

Berdasarkan data dihimpun, sejak dua pekan terakhir hampir sudah ada 10 aksi perampokan bersenjata api di Riau. Pekanbaru menjadi favorit kawanan rampok karena wilayah ini sudah 6 kali terjadi perampokan.

Sementara itu, Polresta Pekanbaru belum ada mengungkap satupun peristiwan yang terjadi. Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru Kompol Hariwiawan hanya menjawab masih diselidiki dan pelakunya sedang diburu.***(kpr/lipo)