H Elfalisman,SAg
H Elfalisman,SAg

Rokan Hulu (SegmenNews.com)- Sejak kepulangan Jemaah Haji Rokan Hulu, Rabu kemarin. Pengambilan kopor sduah selesai, hanya ada 1 kopor JH yang belum diambil.

Dikatakan Kasi Haji dan Umroh, Kemenag Rohul, H Elfalisman,SAg, Jum’at (17/10/14) diruang kerjanya, secara keseluruhan kopor haji telah selesai hanya saja masih ada stu kopor JH lagi yang belum diambil atas nama, H Khalifah Syaufi dari Kecamatan Kepenuhan.

“Ya, hanya tinggal satu kopor JH yang belum diambil, sekarang kopornya ada di kantor Kemenag Rohul,” ujarnya.

Dijelaskannya, pengambilan kopor JH tahun ini berbeda dari tahun lalu. Tahun lalu JH mengambil kopor di Kantor JH, sebab saat itu hanya ada 3 kali penerbangan, sehingga panitia Haji Rohul menjemput kopor JH di bandara Pekanbaru menggunakan truk.

Namun tahun ini, penerbangan menjadi 4 kali penerbangan dengan jumlah JH sebanyak 246 jemaah. Sehingga kopor JH bisa langsung tiba di Rokan Hulu, para JH langsung mengambil sendiri kopor-kopor mereka.

Disamping itu, Kepala Kementerian Agama Rokan Hulu, Drs H Achmad Msi melalui rilisnya berharap semoga JH menjadi haji mabrur. Sebab predikat itu merupakan predikat tertinggi yang melaksanakan ibadah haji, dan untuk ini Nabi Muhammad SAW, secara khusus menjanjikan untuk mendapatkan Syurga, sesuai hadits beliau : Haji Mabrur tidak ada balasannya kecuali syurga.

Dikatakannya, sulit bagi kita untuk mendeteksi apakah seseorang yang melaksanakan ibadah haji, memperoleh Haji Mabrur atau tidak, sebab ini menjadi wewenang dari Allah SWT. Namun kita semua juga yakin bahwa haji mereka bukanlah Haji Mardud atau Haji yang tertolak. Setidaknya kita husnuzhzhan (berfikir positif/baik sangka) bahwa semuanya memperoleh predikat Haji Mabrur.

Ahmad Supardi lebih lanjut mengatakan, untuk memperoleh Haji Mabrur setidaknya diperlukan tiga hal. Pertama, pelaksanaan ibadah haji dilakukan sesuai dengan syarat dan rukunnya. Kedua, memahami, menghayati dan mengamalkan nilai-nilai esensial dari ritual ibadah haji. Ketiga, meningkatkan Hablum Minallah dalam bentuk ibadah ritual dan juga Hablum Minannas dalam bentuk kepedulian social.

Ketiga hal ini, haruslah menjadi hiasan hidup dalam bentuk perilaku sehari-hari bagi seseorang yang telah melaksanakan ibadah haji, sehingga hidup dan kehidupannya seluruhnya diperuntukkan untuk menjalin hubungan dengan Allah SWT dan hubungan antara sesame umat manusia, tegas Ahmad Supardi.***(ran)