pendis 1Rokan Hulu (SegmenNews.com)- Bupati Rohul Drs H Achmad MSi yang diwakili Asisten Dua Setda Rohul H Syaiful Bahri SSos MSi, memberikan apresiasi yang tinggi atas kerjasama yang dilakukan oleh Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Rohul dengan pihak Australia, dalam hal percepatan akreditasi 10 madrasah se Rohul.

Demikian disampaikan Syaiful Bahri ketika memberikan sambutan pengarahan sekaligus membuka secara resmi kegiatan Sosialisasi Program Kemitraan Pendidikan Indonesia-Australia, Senin (20/10/2014) bertempat di aula Kemenag Rohul, Jalan Ikhlas Kompelks Perkantoran Pemerintah, Kota Pasir Pengaraian.

Hadir dalam acara tersebut Kakan Kemenag Rohul Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA, Kakanwil Kemenag Riau yang diwakili oleh Kabid Pendidikan Madrasah Drs H Afriliansyah Lubis MPd, Direktur Sub National Implementation Pathner (SNIP) Perwakilan Australia Drs H Syamsul beserta tim teknis lainnya.

Syaiful Bahri lebih lanjut mengatakan, apa yang dilakukan oleh Kemenag Rohul ini adalah merupakan sebuah terobosan baru dalam bidang pendidikan madrasah di Rohul, dalam rangka mempercepat akreditasi madrasah, sebab keberadaan dan eksistensi sebuah lembaga pendidikan sangat ditentukan oleh akreditasinya.

Kakan Kemenag Rohul Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA mengatakan bahwa untuk tahun ini, Kemenag Rohul melakukan kerjasama dengan Australia dalam hal percepatan akreditasi 10 madrasah se Rohul, yaitu MTs As-Shohibiyah Bangun Purba; MTs Nurul Iman Mahato; MTs Fathul Anwar Tambusai.

Selanjutnya MTs Menaming Rambah; MTs Bahrul Ulum Rambah Hilir; MTs PP Al-Hasanah Ujungbatu; MTs As-Shohwah Islamiyah Ujungbatu; MIS Binaul Ummah Tambusai Utara; MIS Darul Ulum Kota Tengah; dan MIS al-Islam Kunto Darussalam.

Direktur SNIP Drs H Syamsul mengatakan bahwa percepatan akreditasi madrasah ini akan dilaksanakan dalam rentang waktu dua tahun, dengan melakukan berbagai kegiatan, baik yang bersifat fisik maupun non fisik, seperti pelatihan peningkatan mutu madrasah, peningkatan kualitas guru, Diklat pengelolaan keuangan, diklat manajemen peni ngkatan SDM dan lain sebagainya.

Selain itu, pihak Australia akan memberikan bantuan fisik sebesar Rp 1 Milliar, dimana masing-masing madrasah mendapatkan bantuan senilai Rp 100 juta. Dana ini merupakan dana hibah dari Pemerintah Australia, yang harus dipertanggungjawabkan secara akuntabel dan transparan, tegas Syamsul.***(rls)