dataRokan Hulu (Segmennews.com)- Dinas Perikanan dan Peternakan (Disnakan) Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Riau, membuat gebrakan besar untuk mendata seluruh jumlah hewan ternak melalui SMS Gateway Inseminasi Buatan (IB) sistem online dan ini yang pertama di Indonesia.

“Dengan sistem ini, maka akan segera diketahui jumlah hewan ternak di seluruh desa dan kelurahan tersebar di 16 kecamatan. SMS Gateway IB sistem online merupakan program pertama kali dibuat di Provinsi Riau, bahkan di Indonesia. Melalui sistem baru ini, jumlah hewan ternak akan diketahui setiap hari termasuk, tingkat populasi dan kesehatan hewan ternak, serta kondisi perternakan,” kata Kepala Disnakan Rohul, Drs Marjoko melalui Sekretaris Indra Juni Putra SP didampingi Kasi Pengembangan Teknologi Sarana dan Prasana Peternakan Ade Hapari, Kamis (16/10).

Dia mengatakan, sistem ini masih tahap ujicoba dua bulan kedepan. Sebagai tahap awal, Selasa (14/10/14) lalu, Disnakan Rohul mulai mensosialisasi sistem kerja SMS Geteway IB online. Sosialisasi ini diikuti 20 petugas lapangan IB di kantor dinas itu selama sehari.

“Pendataan ternak seperti sapi dan kerbau sebelumnya dilakukan dengan cara manual. Tapi kini sudah sistem online,” katanya.

Pada SMS Geteway IB online, kata Indra, seluruh petugas lapangan IB akan melaporkan data keberadaan ternak secara online. Data-data itu akan disimpan di server khusus di kantor Disnakan Rohul.

“Tahun 2015 akan datang, program ini dilaksanakan. Ini merupakan program pertama di Riau, bahkan di Indonesia,” jelas Indra dan mengakui SMS gateway belum diterapkan oleh pemerintah pusat.

“Sistem pelaporan online ini akan memudahkan pendataan dan mengetahui lebih cepat perkembangan populasi ternak di Kabupaten Rokan Hulu setiap hari,” ujar dia.

Disnakan Rohul menargetkan, melalui SMS Gateway IB online itu, mereka bisa membuat surat keterangan lahir ternak, serta semacam buku berisikan keterangan lahir, kesehatan, dan data-data vaksinasi ternak.

Dia mengungkapkan tingkat populasi ternak di Kabupaten Rohul, terutama sapi sudah terdata sekitar 38 ribu ekor dan kerbau lebih dari 2.000 ekor. Dengan sistem baru itu, nantinya seluruh ternak terdata, termasuk kesehatan ternak.***(adv/hum)