ilustrasi
ilustrasi

Pekanbaru (SegmenNews.com)- Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Tampan, Pekanbaru, Riau, sudah melebihi kapasitas, sehingga membuat petugas kewalahan menangani pasien, terutama untuk menyediakan tempat tidur.

“Saat ini jumlah pasien penyakit jiwa di tempat kami ada 200 lebih.  Sementara kapasitas ruangan yang ada hanya mampu menampung 182 orang,” kata Kepala Bidang Keperawatan, RSJ, Tampan, Erdinal, seperti dikutip dari Antara, Jumat (24/10/2014).

Menurut dia, selama ini pihaknya mengatasi kelebihan pasien ini disikapi dengan membuat sebagian pasien tidur tidak pakai dipan alias di lantai.
Apalagi pasien yang terbanyak adalah pria ini membuat sebagian besar kamar diperuntukkan bagi mereka. Sedangkan untuk pasien wanita disatukan dalam satu ruangan.

“RSJ Tampan kekurangan tempat tidur, kamar tidur pasien khususnya buat pasien perempuan yang hanya tersedia satu kamar,” kata dia.

Dia menjelaskan jumlah pasien yang ditampung di RSJ Tampan ini berasal dari 12 Kabupaten/kota di Riau. Sementara pasien terbanyak berasal dari Kabupaten Kampar diikuti Pekanbaru.

Selain kekurangan fasilitas dan ruangan, dia juga mengakui RSJ ini juga kekurangan tenaga, sehingga jumlah pasien dengan perawat yang harus melayani tidak berimbang.

“Saat ini kita memiliki 135 perawat, dibantu 25 dokter dan tiga tenaga psikiater. Jumlah ini sebenarnya kurang jika melihat banyaknya pasien. Terpaksa kami mempekerjakan tenaga harian lepas,” terang dia.

Dia menjelaskan , kekurangan ruangan dan tempat tidur ini sudah disampaikan ke Pemerintah Provinsi, bahkan sudah pernah di usulkan untuk dianggarkan. Akan tetapi hingga kini belum terealisasi. “Pernah diusulkan tahun ini tapi gagal, katanya tahun 2016 baru akan diusulkan lagi,” kata dia.

Menurut dia, kalaupun di usulkan penambahan ruangan, pihaknya juga saat ini memerlukan adanya renovasi bagi ruangan yang sudah ada karena sudah banyak yang rusak dan tidak layak huni. “Ruangan kita yang sekarang juga banyak yang tidak layak, khusus ruangan perempuan yang hanya ada satu kamar,” kata dia.

Dia juga berharap, selain dukungan fisik, pihaknya berharap juga dukungan moril dari pemerintah Kabupaten/Kota dan Dinas Sosial, yang mengirim pasiennya ke RSJ agar memantau keberadaan pasien, apalagi bagi mereka yang tidak memiliki keluarga. “Partisipasi pemerintah dan keluarga dibutuhkan untuk mempercepat kesembuhan pasien,” kata dia.***

Red: hasran
Sumber : antara