Jakarta (SegmenNews.com)– Pemerintah ditahap awal akan meluncurkan program Kartu Indonesia Pintar (KIP) di 18 kabupaten/kota. Data-data siswa miskin yang digunakan untuk sementara adalah mereka yang menjadi penerima Bantuan Siswa Miskin (BSM), walau sebenarnya KIP beda dengan BSM.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Anies Baswedan mengatakan akan diberlakukan di 18 kabupaten/kota pada tahap awal. Daerah pertama yang akan diberi KIP antara lain Jembrana, Pandeglang, Jakarta, Cirebon, Bekasi, Kuningan, Semarang Banyuwangi, Surabaya, Balikpapan, Kupang, Mamuju Utara, Pematang Siantar,

KIP, ujar Anies, akan memasukkan komponen keluarga rentan miskin. “Jadi bukan hanya siswa miskin yang menerima KIP, anak usia sekolah yang tidak bersekolah juga akan diberi KIP agar mereka yang putus sekolah mau sekolah lagi,”ujarnya di Jakarta, Jumat, (31/10).

KIP ini, kata Anies, akan lebih banyak penerimanya dari pada BSM. Nanti pelan-pelan BSM digantikan dengan KIP.

Menurut Anies, tidak boleh melihat angka kemiskinan seperti melihat angka statistik sebab ini adalah penderitaan. Soal mengubah penderitaan menjadi kesejahteraan.

Diharapkan, kata Anies, dengan KIP anak-anak putus sekolah bisa kembali ke sekolah. Anak-anak yang pelatihan di balai latihan kerja juga bisa mendapat KIP agar mereka bisa berlatih dengan baik sehingga usai latihan bisa kerja atau membuka wirausaha.***
Red: hasran
Sumber: republika