ilustrasi
ilustrasi

Pangkalan Kerinci (SegmenNews.com)- Salah seorang Felia Oktadiyanti (16) siswi SMAN 1 Pangkalan Kerinci, melaporkan pembajakan akun facebook-nya di Polres Pelalawan. Ketika melihat halaman FB-nya banyak dihiasai gambar-gambar porno dan kata-kata kotor.

Kapolres Pelalawan AKBP A Supriyadi SIK MH melaui Paur Humas Ipda Edy Haryanto kemarin membenarkan adanya tersebut. “Ya kita ada menerima laporan siswa SMAN  1, terkait dugaan tindak pindana tentangInformasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dan pencemaran nama baik di dalam facebook-nya,” kata Paur Humas.

Dijelaskan Edy, bahwa kasus itu terjadi pada tahun 2012 silam, ketika email facebook korban mengalami kerusakan dan meminta bantuan pada teman satu sekolahnya bernama Silvia. Namun Silvia mengatakan yang bisa memperbaiki adalah Ab. Atas saran temannya itu korban meminta bantuan pada Ab.

Kemudian korban menemui Ab untuk meminta bantuan untuk memperbaiki email facebook-nya tersebut. Tanpa ada rasa curiga menceritakan adanya kerusakan pada email facebook-nya dan memberikan paswood email facebooknya. Tetapi setelah diperbaiki satu bulan kemudian email facebook miliknya sudah bisa dibuka.

Maka korban kembali dapat membuka jejaring sosial facebook-nya itu, usai diperbaiki oleh Ab. Tetapi selang beberapa waktu kemudian, kembali facebook korban rusak dan emailnya tidak bisa dibuka. Namun dua bulan kemudiann saat kembali korban mencoba membuka email facebooknya lancar.

Tapi kaget ketika melihat halaman facebooknya di hiasi oleh gambar porno dan pembajak menuli kata-kata kotor, merasa gadis berjilbab itu di lecehkan tidak terima dan melaporkan pada orang tuanya. Tidak terima kejadian itu, korban yang  keberatan di dampingi ibunya melapor ke Polres Pelalawan, Selasa (4/11) lalu.

“Dugaan sementara pelakunya adalah Ab, tapi untuk memastika itu penyidik akan segera memanggil saksi-saksi yang terkait dalam  kasus tersebut. Tapi kalau terbukti pelaku akan dikenakan pasal 310 KUHP tentang pencemaran nama baik atau penghinaan dan junto undang-undang ITE No 11 tahun 2008,” tambah Paur Humas.***(fin)