tangkapPangkalan Kerinci (SegmenNews.com)- Seorang oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Dinas Kesehatan (Diskes) kabupaten Pelalawan berinisial JF terpaksa berurusan dengan polisi. Pasalnya Darna (47) warga BTN Lingar Mas Permai melapor ke polisi, setelah anaknya Iqbal (23) yang masukan honor Dinas Peternakan (Disnak) ditipu dan tidak terima gaji.

Informasi yang berhasil menyebutkan bahwa pada tanggal 22 April 2014 silam, saat Darna yang bekerja sebagai ibu rumah tangga (IRT) mendapat tawaran dari JF, untuk memasukan anaknya sebagai tenaga honor di Disnak kabupaten Pelalawan.

Mendapat tawaran, korban yang melihat anaknya tidak memiliki pekerjaan, akhirnya setuju, ketika dibujuk akan mendapat gaji sebagai tenaga honor. Tapi dengan syarat JF meminta biaya pengurusan sebesar Rp20 juta. Namun setelan uang diserahkan, Iqbal mulai bekerja di Disnak.

Setelah beberapa waktu bekerja di Disnak, gaji yang dijanjikan oleh JF akan terima dari pimpinannya tak diterima. Maka korban bersama ibunya menemui Kepala Disnak. Ketika bertemu dengan Kadinak Ir HT Wahidudin Msi, mengaku kalau anaknya bukan tenaga honor dan tidak ada gaji bulanan.

Mendengar pengakuan Kadisnak, Darna yang merasa telah ditipu oleh JF akhirnya mendatangi Polsek Pangkalan Kerinci untuk membuat membuat pengaduan bersama anaknya tersebut, dengan harapan kasusnya dapat diproses lebih lanjut. Karena bukan saja telah ditipu tapi dipermalukan oleh JF.

Kapolres Pelalawan AKBP A Supriyadi SIK MH melalui Kapolsek Pangkalan Kerinci Kompol Arwin SH, membenarkan adanya laporan kasus penipuan penerimaan tenaga honor yang diduga melibatkan Oknum pegawai Diskes selaku terlapor.

“Laporanya telah kita terima dan kasusnya dalam proses pemeriksaan para saksi sebelum memanggil oknum PNS Diskes selaku terlapor yang rencana di jadwalkan dalam  minggu ini,” ujar Kapolsek Pangkalan Kerinci.

Terpisah, Kadisnak kabupaten Pelalawan, Ir HT Wahidudin membenarkan adanya kejadian tersebut. “Ya benar saudara Iqbal sempat bekerja di Disnak sekitar tiga bulan, tapi bukan tenaga honor, tapi Tenaga Suka Rela (TKS), jadi tidak ada gajinya. Sekarang sudah kita keluarkan sebagai TKS,” kata Kadisnak.

Namun proses masuknya Iqbal atas titipan Kt yang meminta bantu untuk memasukan keluarganya, karena tidak ada memiliki pekerjaan yang baru pindah dari Medan. Maka Iqbal mulai bekerja, dengan baju dinas yang digunakan dibeli sendiri yang dimasukan oleh Kt diduga orang suruhan oleh JF.

“Ngakunya keluarga, jadi kita bantu. Walau tak di gaji yang penting bisa kerja. Maka kita tampung, setelah nanti ada penerimaan tenaga honor baru angkat dia. Tapi setelah kita tahu kalau ada orang memasukan dia meminta uang. Langsung saya keluarkan. Karena saya tidak pernah menerima apalagi meminta uang untuk penerimaan tenaga honor,” ucap Wahidudin dengan nada kesal.

Diingatkan Kadisnak,  apabila kasus itu telah dilaporkan ke pihak berwajib dirinya siap diperiksa, untuk memberikan keterangan. “Kalau dipanggil saya siap memberikan keterangan, tapi apabila lagi sibuk keluar kota ada bagian TU yang bisa mewakilinya nanti,” tambahnya.***(fin)