Ilustrasi
Ilustrasi

Pelalawan (SegmenNews.com)– Di hari pertama pelaksanaan ujian Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di lingkungan Pemkab Pelalawan yang digelar Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Pelalawan Senin kemarin (10/11), Bupati Pelalawan HM Harris meninjau proses pelaksanaan ujian CPNS, sesaat sebelum dimulai.

Dalam sambutannya dihadapan peserta ujian, HM Harris mengatakan bahwa tujuan dari sistim rekrutmen dan seleksi CPNS dengan menggunakan sistim CAT ini adalah dalam rangka mewujudkan Pegawai Negeri Sipil yang profesional, berkualitas dan bertanggung jawab. Karena itu, diperlukan sistim pengadaan yang transparan dan akuntabel serta bebas dari korupsi, kolusi dan nepotisme.

“Jadi peserta jangan khawatir kalau ujian CPNS ini ada titipan anak Kadis ini, anak Kadis itu, atau saudara Bupati sekalipun. Saya jamin tak ada kolusi dan nepotisme dan ujian CPNS ini. Hanya kemampuan dari peserta saja dalam menjawab soal-soal yang diujiankan yang bisa meloloskan kalian dalam ujian ini,” tegas orang nomor satu di Kabupaten Pelalawan sekaligus menepis isu-isu yang berkembang soal masih adanya ‘titipan’ meski ujian CPNS mengunakan sistim CAT, Senin (10/11).

Harris menjelaskan bahwa pertimbangan Pemkab Pelalawan sendiri melakukan seleksi CPNS menggunakan sistim CAT ini adalah selain untuk mempercepat proses pemeriksaan laporan hasil ujian, juga menciptakan standarisasi hasil ujian secara nasional serta mewujudkan transparansi, obyektifitas, akuntabel, bebas korupsi, kolusi dan nepotisme.

“Jadi harapan saya, seluruh peserta dapat mengikuti tes ini dengan sebaik-baiknya. Konsentrasi, fokus dan berlaku jujur lah karena satu sama lain soal tes ini tidak sama. Sehingga dengan begitu, para peserta bisa masuk ambang batas minimal kelulusan Tes Kemampuan Dasar (TKD) yang telah ditetapkan,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala BKD Pelalawan, Andi Yuliandri S.Kom, saat dikonfirmasi soal ini mengatakan bahwa dalam ujian CPNS ini, para peserta harus melampaui semua passing grade masing-masing materi ujian dengan nilai minimal 271. Jadi nilai ujian Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) passing grade minimalnya 70, Tes Intelegensia Umum (TIU) passing grade-nya 75, dan Tes Karakteristik Pribadi (TKP) passing grade minimalnya 126, dengan nilai total minimal 271 point.

“Jika nilai total peserta lebih dari 271 point namun diantara 3 materi yang diujiankan itu ada yang tak memenuhi passing grade, maka tetap saja tidak lulus. Misalnya, nilai totalnya 300 tapi salah satu materi seperti TIU atau TWK dibawah passing grade, ya tetap tidak lulus,” ungkapnya.

Dan untuk jumlah peserta ujian CPNS di Kabupaten Pelalawan sendiri, sambungnya, sebanyak 5.532 orang. Dari jumlah tersebut, rinciannya ubtuk tingkat SLTA berjumlah 3.082, jenjang D3 527 orang dan jenjang S1 jumlahnya 1977 orang. Sedangkan formasi yang diperebutkan yakni 234 formasi yang terbagi atas 3 klasifikasi yakni tenaga pendidikan, kesehatan dan tenaga teknis.

“Jadi nantinya hasil ujian bisa langsung dilihat oleh peserta ujian, yang akan kita sambungkan hasil tersebut ke layar televisi yang kita simpan di halaman. Jadi masyarakat bisa melihat langsung hasil para peserta ujian, dan ini adalah sebagai bentuk transparansi kita,” katanya.

Disinggung soal ketersediaan listrik agar tak menghambat jalannya proses ujian, Andi menyatakan bahwa pihaknya sudah mengantisipasi hal itu dengan menyediakan tenaga genset dari Distamben sebanyak 1 unit. Dalam proses ujian ini, pihaknya hanya semata-mata menyediakan sarana dan prasarana saja karena semuanya sudah ditangani oleh empat (4) dari BKN yang mengawasi langsung proses pelaksanaan CAT CPNS ini.

“Bahkan untuk menjaga keamanan selama proses ujian CAT CPNS berlangsung, ada 10 orang dari aparat kepolisian yang menjaga di lokasi untuk pengamanan server selama 24 jam,” tutupnya.***(fin)