Kampar (SegmenNews.com)- Biaya visum di Rumah Sakit Umum Daerah Kampar (RSUD) Kabupaten Kampar dinilai masih memberatkan masyarakat, sebab rata-rata visum dilakukan oleh orang yang tidak mampu.

Dikatakan P2TPA Kampar, Apis tohar SH bahwa biaya visum sebesar Rp 200/250 ribu tersebut cukup memberatkan, pasien, sebab yang melakukan visum adalah korban perkosaan.

Selain itu dia menilai pelayanan di RSUD masih kurang maksimal. “Kita pernah hendak melakukan visum, tapi tenaga medisnya tidak ada ditempat,”kesalnya.

Apis meminta kepada Pemda kampar aga memperhatikan biaya visum dan pelayanan kesehatan di RSUD, agar masyarakat terlayani dengan baik, sehingga masyarakat tidak perlu keluar Daerah Kampar hanya gara-gara pelayanan tenaga medis kurang maksimal.

Dilain tempat, Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Kampar, Herlin Rahmola dihubungi via telephon terkait pelayanan RSUD tersebut belum ada jawaban.***(ali)