susiJakarta (SegmenNews.com)- Anggota Komisi III DPR Bambang Soesatyo meminta Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengklarifikasi Pulau Sevelak di Nanggroe Aceh Darussalam. Susi dikabarkan memiliki Pulau Sevelak di provinsi tersebut.

“Kalau benar penguasaan pulau Sevelak oleh menteri Susi Pudjiastuti melalui cara yang ilegal, pemerintah daerah setempat mestinya melaporkan kasus ini kepada pihak berwajib,” kata Bambang ketika dikonfirmasi, Kamis (13/11/2014).

Bambang meminta pemda setempat segera menemui pihak berwajib dengan laporan yang lengkap dan rinci. Menteri Susi, kata Sekretaris Fraksi Golkar itu, juga perlu memberi klarifikasi. Sangat penting bagi Susi memberi klarifikasi mengingat dia adalah anggota kabinet pimpinan Presiden Joko widodo.

“Kalau tudingan ini didiamkan oleh Susi, presiden dan kabinet yang akan tersandera. Tentu tidak elok karena usia kabinet masih dalam hitungan hari,” katanya.

Bagi Susi sendiri, ujarnya, kasus ini bisa menjadi sangat sensitif dalam konteks kewajiban mengajukan LHKPN ke KPK. Soalnya, kepada KPK Susi mengaku tak pernah menghitung kekayaannya.

“Harta Susi mungkin berserakan di mana-mana. Namun, sebagai pejabat negara, Susi harus rinci dan jujur melaporkan kekayaannya, termasuk pulau Sevelak itu,” ujarnya.

Sebelumnya diberitakan disebuah media, Menteri Susi dikabarkan menguasai Pulau Sevelak.

Pulau Sevelak berada di wilayah administrasi Kecamatan Teupah Barat. Pulau Sevelak merupakan salah satu pulau di wilayah Kecamatan Teupah Barat yang diperkirakan seluas 500 meter persegi.

Pulau yang kini berubah nama menjadi Pulau Susi itu ditumbuhi pohon kelapa dan pohon liar serta dikelilingi batu karang. Kini pulau tersebut menjadi pulau pribadi yang digunakan untuk bisnis oleh Susi.

Susi Pudjiastuti pernah menyinggung soal pulau tersebut, saat rapat dengan DPD RI. “Sampai sekarang saya tak merasa memiliki pulau tersebut. Memang waktu itu saya pernah membangun masjid di sana, kemudian saya diberikan pulau. Tapi saya tak pernah tinggal di pulau itu,” ungkap Susi saat itu.***
Red: hasran
Sumber: tribunnews