Pekanbaru (SegmenNews.com)- Ratusan sopir angkot di Pekanbaru, Rabu (19/11) sempat melancarkan aksi mogok kuntuk menuntut kenaikan tarif angkutan dalam prosentase yang wajar, menyusul kebijaksanaan pemerintah yang menaikan harga bahan bakar minyak (BBM).

Para sopir angkot tersebut menolak kenaikan tarif angkutan hanya 10 persen, sementara kenaikan harga BBM lebih dari 20 persen. Untuk itu mereka menuntut kenaikan tarif angkuran minimal 20 persen.

Dalam pertemuan antara pengurus Organisasi Angkutan Darat (Organda) dengan instansi terkait termasuk Kasat Lantas Polresta Pekanbaru akhirnya disetujui keniakan tarif angkutan sebesar 20 persen.

Syaiful Alam, Ketua Organda Pekanbaru membenarkan bahwa telah disetujui untuk menaikan tarif angkutan sebesar 20 persen. Persetujuan itu dicapai dalam pertemuan dengan instansi terkait, seperti Kasat dan Wakasat lantas Polresta Pekanbaru.

“Kami telah disetujui untuk menaikan tarif angkutan sebesar 20 persen. Jadi dengan demikian tarif angkutan dalam kota Pekanbaru yang selama ini sebesar Rp3.000, akan naik menjadi Rp3.500 hingga Rp4.000,” ungkapnya.

Dia juga membenarkan bahwa para sopir angkot di Pekanbaru sempat melancarkan aksi mogok di di persimpangan Jalan Garuda Sakti-Jalan HR Soebrantas, Panam dan persimpangan jalan di depan Pasar Pagi Arengka.

Namun aksi ini hanya sebentar, karena gara-gara aksi mogok tersebut banyak anak-anak sekolah dan ibu-ibu yang akan berbelanja ke pasar jadi terlantar. “Akhirnya aksi itu kami hentikan,” jelasnya.***(MC Riau/ad)