Ilustrasi
Ilustrasi

Pekanbaru (SegmenNews.com)- Guru SMPN 6 Siak Hulu, Kabupaten Kampar membantah memukul tiga siswanya. Guru mengaku hanya memegang pipi ketiga siswa kelas II tersebut yakni, Alrian, Randy dan Wahyu ketika kegiatan Rohis di sekolah.

“Tidak ketiga siswa yang di tampar didepan umum, hanya Alrian dan Wahyu, itupun hanya pelan begini,” jelas Guru Agama, Azmin, Jum’at (21/11/14).

Saat itu, Azmin mengaku kesal karena Alrian yang terkesan melawan padanya. Dia juga sengaja melakukan hal tersebut pada acara Rohis didepan siswa lainnya, hanya untuk mengetahui kejujuran dan ingin memberikan pembinaan kepada siswa lain.

“Alrian sesudah peristiwa itu tetap masuk sekolah, tapi di minggu ketiga Alrian berubah,” ujar Azmin.

Sementara, Lisbet, guru yang melihat kronologis awal ketiga siswa mengambil topi yang berserakan di sekolah mengaku tidak melaporkan kejadian tersebut kepada guru agama Azmin dan hanya mencatat nama ketiga anak tersebut.

“Saya tidak ada menuduh mencuri, saya hanya mencatat nama ketiga anak tersebut karena mengambil topi dari kantor lewat jendela,” jelas Lisbet.

Sementara itu dugaan pemukulan bagian tengkuk belakang Alrian saat didapati bermain warnet juga dibantah oleh guru Penjas, Muldiansyah.

“Saya hanya mengajak Alrian agar masuk ke sekolah secara baik baik. Saya tidak ada memukul tengkuk Rian, hanya memegang pundaknya seperti ini,” jelas guru penjas.

Wahyu dan Randi mengaku malu diperlakukannya oleh guru disekolahnya.

Sebelumnya ketiga siswa diduga dipukul oleh gurunya didepan siswa lainnya saat acara Rohis dan di Warnet. (Baca: Guru SMPN 6 Siak Hulu Diduga Aniaya Siswa).***(chir)