Arsyadjuliandi Rachman
Arsyadjuliandi Rachman

Pekanbaru (SegmenNews.com)- Pelaksana tugas Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman menyatakan hingga kini Riau masih kekurangan sekitar 327 ribu ton beras yang menjadi bahan makanan pokok yang dikomsumsi sehari-hari oleh sekitar 6 juta jiwa penduduk di daerah Riau.

“Kita khawatir dengan masalah pangan karena provinsi ini masih kekurangan beras yang jumlahnya terus terakumulasi dan untuk tahun ini 2014 Riau kekurangan sekitar 327 ribu ton,” ujar Arsyadjuliandi di Pekanbaru, Riau, Senin, (8/12/14).

Selama ini, kata Andi sapaan akrab melanjutkan, kebutuhan bahan makan pokok di Riau tersebut dipasok dari dua provinsi tetangga yakni Sumatera Barat serta Sumatera Utara dan sepertiga jumlah beras didatangkan dari Pulau Jawa.

Belum lagi sebagian kecil beras yang diperuntukan bagi masyarakat miskin di Riau yang ditangani Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik Bulog Divisi Regional Riau dan Kepulauan Riau didatangkan dari negara yang berada dikawasan Asia Tenggara.

“Tapi, kalau kita biarkan terus seperti ini akan membuat kita miris. Dibidang pangan, kita memang masih sangat kekurangan sekali karena masih didatangkan dari luar provinsi dan impor dari luar negeri,” katanya menegaskan.

Sementara dari provinsi tetangga khususnya Sumatera Barat, lanjut dia, pemerintah provinsi mendapat informasi bahwa daerah tersebut tidak bisa menanggulangi alih fungsi lahan terutama sawah yang menjadi didirikan bangunan tidak bisa dibatasi.

“Tentu pada saatnya nanti, produksi beras yang diproduksi dari mereka pun akan berkurang terutama yang dipasok ke Riau. Mereka (Sumatera Barat) mengharapkan provinsi ini turut mengembangkan area ladang sawah untuk daerahnya sendiri,” paparnya.

Badan Pusat Statistik Provinsi Riau telah lama menyatakan produksi beras di Provinsi Riau selalu turun karena masyarakat di daerah tersebut lebih berminat mengembangkan area perkebunan terutama perkebunan jenis kelapa sawit.

Mantan Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan pernah menyatakan sekitar 4 juta hektare luas lahan dari total luas daratan Provinsi Riau sekitar 8,9 juta hektare, telah difungsikan menjadi perkebunan sawit baik secara legal maupun ilegal.

Berdasarkan data Dinas Perkebunan Provinsi Riau menyebutkan total luas areal perkebunan kelapa sawit 2.372.401 hektare, diantaranya 1.315.230 ha atau 55,4 persen adalah milik rakyat di daerah tersebut, lalu milik swasta 977.625 hektare atau 41,2 persen dan miliki pemerintah 79.546 hektare atau 3,4 persen.***(advertorial)