10 Pelayan kafe diamankan
10 Pelayan kafe diamankan

Pangkalan Kerinci (SegmenNews.com)- Polres Pelalawan menggelar operasi Penyakit Masyarakat (Pekat), Kamis (11/12) malam sekitar pukul 21.30 WIB. Dalam operasi terjaring dua pasangan mesum di wisma Sarina Jalan Koridor RAPP, dan 10 wanita pelayan kafe di Jalan Lintas Timur, Tanjung Raya.

Operasi itu langsung dipimpin Kabag Ops Polres Pelalawan Kompol Hariadi SSos, didampingi Kasi Humas Ipda Edy Harianto dan Ka SPKT Ipda Edni Lubis, bersama 20 personil gabungan dari seluruh  fungsi yang di kerahkan ke lapangan, untuk memberantas pekat di kota Bono tersebut.

“Kali ini sasaran operasi Pekat kita adalah pasangan mesum dan kafe remang-remang. Tapi tidak tertutup kemungkinan akan kita razia juga pedangan minuman keras,” ujar Kasi Humas Polres Pelalawan.

Maka personil yang mengendarai mobil patroli dan truk pemburu Kahutlah bergerak dari Mapolres Pelalawan, menyisir kafe remang-remang di Jalan Lintas Timur, Tanjung Raya tidak juah dari SPBU Buya Kamir, Pangkalan Kerinci. Kemudian satu persatu penghuni di periksa identitasnya.

Sehingga wanita-wanita seksi yang berkedok pelayan seksi plus-plus di kafe remang-remang langsung di amankan dan diangkut masuk ke dalam mobil patroli. Diantaranya berinisial Ay (23), Dw (37), Ln (26), As (20), La (19), Nv (23) Au (19), Ar (24), Nur (35) dan seorang supir Ye (46).

Setelah berhasil mengangku wanita seksi pelayan kafe, kemudian razia pekat di lanjutkan ke Jalan Lingar, tapi terlihat banyak warung remang-remang sudah pada tutup. Kemudian sasaran ke Wisma Sarina yang kerap menampung pasangan mesum tanpa memiliki surat nikah.

Walau telah berulang kali di razia, tapi pemilik Wisma Sarina tidak jera, buktinya kembali dua pasangan mesum berhasil terjaring di dalam kamar yakni ML (21) bersama pasanganya Wu (22), dan MM (41) berpasangan dengan  MI (28). Karena tidak dapat memperlihatkan bukti pasangan resmi kedua pasangan itu diangkut ke Mapolres Pelalawan.

“Setelah kita data, para pasangan mesum di perbolehkan pulang dengan di jaminan  keluarga. Sedangkan pelayan kafe kita serahkan ke Dinas Sosial untuk melakukan pembinaan lebih lanjut,” tambah Edy.***(fin)