dbdRokan Hulu (SegmenNews.com)- Pasca bencana banjir melanda Kabupaten Rokan Hulu, Dinas Kesehatan terus berupaya melakukan terobosan untuk mengantisipasi penyakit DBD yang timbulkan akibat banjir.

Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Rohul Grifino Dahlihardy mengakui sejauh ini belum ada laporan warga korban banjir yang terserang DBD.

“Pihak Puskesmas telah kita perintahkan untuk melakukan pemantauan di daerah rawan DBD,” kata Grifino, Senin (15/12/14).

Grifino mengatakan sumur warga yang sempat terendam banjir saat bencana lalu, telah mendapatkan bubuk abate dari Puskesmas setempat.

Sejauh ini, diakui Grifino, Diskes Rohul baru sebatas membagikan bubuk abate, belum melakukan fogging atau pengasapan di daerah bekas rendaman banjir. Menurut dia, fogging baru dilakukan setelah ada indikasi warga terjangkit DBD.

“Kalau kita lakukan fogging, itu bukan memberantas jentik nyamuk, namun menyebabkan kekebalan. Tujuan fogging adalah memberantas nyamuk dewasa,” ungkapnya.

Grifino mengimbau warga Rohul yang sempat menjadi korban banjir untuk lebih mengalakkan prilaku hidup bersih. Seperti menerapkan gerakan 3M (menutup, menguras, dan mengubur). Termasuk lagi, menerapkan pemberatasan sarang nyamuk (PSN) mulai saat ini.

“Puskesmas juga melakukan penyuluhan. Tujuannya, warga lebih meningkatkan prilaku hidup bersih dan sehat,” ujar dia.

Grifino menambahkan pencegahan DBD akan lebih baik, seperti menutup air bersih, membersihkan ban bekas, kaleng bekas, botol bekas, ember dan wadah lain. Hal itu dilakukan untuk mencegah perkembangbiakan nyamuk. Apalagi, larva hanya membutuhkan waktu 7-10 hari untuk menjadi nyamuk dewasa.***(ar)