Walikota Pekanbaru, Firdaus ST MT didampingi Kadis Peternakan dan Pertanian Edwar Yunus  berbincang dengan Mr Santon  perwakilan International Lifestock Exporter (ILE) Mr Stanton di areal peternakan (Feed lot) kawasan Gin gin Perth West Australia.
Walikota Pekanbaru, Firdaus ST MT didampingi Kadis Peternakan dan Pertanian Edwar Yunus berbincang dengan Mr Santon perwakilan International Lifestock Exporter (ILE) Mr Stanton di areal peternakan (Feed lot) kawasan Gin gin Perth West Australia.

Perth Australia (SegmenNews.com)- Tidak sia-sia upaya Walikota Pekanbaru Firdaus ST MT mempromosikan potensi peternakan dan Pertanian yang dimiliki Kota Pekanbaru di hadapan Konsulat RI di Australia serta para pengusaha atau investor di negeri Kanguru itu.
Promosi peternakan tersebut membuat, Mr Stanton perwakilan International Lifestock Exporter (ILE) Perth tertarik untuk mengembangkan Rumah Potong Hewan yang ada di Pekanbaru.

Demikian informasi yang diterima Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Pekanbaru Edwar Yunus SP yang ikut mendampingi Walikota dalam kunjungan dan pertemuan tersebut.

“Mr Santon perwakilan International Lifestock Exporter, sangat antusias mendengar penjelasan Walikota tentang potensi peteranakan dan pertanian yang kita miliki, karenanya menurut Santon, sapi jenis bharman sangat cocok dengan kondisi alam Pekanbaru,” ujar Edwar.

Ditambahkan Edwar bahwa saat ini rumah potong hewan di Pekanbaru mmasih memerlukan pengembangan dengan fasilitas yang lebih baik dan canggih yang tidak hanya menjamin higingis daging, tetapi juga untuk memastikanm terpenuhinya kebutuhan daging di Riau yang sebagain besar memang di suplai dari Rumah Potong Hewan Pekanbaru.

Ketika disinggung tentang pengaruh pengembangan RPH oleh investor Perth Australian nanti terhadap peternak lokal, menurut Edwar kehadiran investor luar dipastikan akan memberikan dampak yang pasoitif bagi perkembangan peternakan d l;okal atau daerah.

“Jangan pernah berpikir bahwa dengan mendatangkan investor luar di bidang pertenakan akan mengangganggu kelansungan usaha peternak local, Insya Allah itu tidak akan terjadi,” ujar Edwar optimis.***(chir/rls)