int
int

Rokan Hulu (SegmenNews.com)- Dinas Perikanan dan Peternakan (Disnakan) Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) menyatakan pengembangan ternak sapi dengan sistem Integrasi Sapi Kelapa Sawit (SISKA) masih menjanjikan. Apalagi, hingga kini, populasi sapi dari sistem SISKA telah mencapai 39 ribu ekor.

Menurut Kepala Disnakan Rohul Drs. Marjoko melalui sekretarisnya Indra Juni Putra SP, Selasa (17/12/14) peluang ternak sapi sistem SISKA di Rohul sangat menjanjikan. Hal itu didukung masih luasnya areal perkebunan kelapa sawit milik perusahaan tersebar hampir di 16 kecamatan.

Kata Indra lagi, progres penerapan pengembangan sapi sistem SISKA cukup bagus. Selain nilai ekonomis tinggi, saat ini kotoran dan kencing sapi bisa menjadi pupuk bagi tanaman kelapa sawit.

“Ini bisa menekan biaya pemupukan. Petani di Rokan Hulu juga tertarik dalam penerapan sistem SISKA ini,” jelas dia.

Indra mengakui bahwa populasi sapi masih tertinggi di Provinsi Riau, yakni sekitar 39 ribu ekor. Sementara, luas areal perkebunan kelapa sawit, baik milik perusahaan dan masyarakat, tersebar di 16 kecamatan lebih dari 450 ribu hektar.

“Kabupaten Rokan Hulu masih punya potensi untuk pengembangan sapi hingga 950 ribu ekor sapi,” ujar Indra.

Indra menambahkan, karena banyak keuntungan dari penerapan sistem SISKA. Beberapa perusahaan di Kabupaten Rohul juga telah menerapkan hal sama. Seperti telah dilakukan oleh PT Torganda serta PTP Nusantara V.***(adv/hum/ran)