Pangkalan Kuras (SegmenNews.com)- Masjid Ulul Azmi yang menjadi icon/simbol kebanggaan masyarakat Pelalawan kini perlu perhatian masayarakat khususnya pemerintah kabupaten (Pemkab) Pelalawan. Pasalnya, selain kondisi fisik bangunan masjid yang tidak terawat, juga ditemukan bagain atas kubah masjid yang banyak mengalami kebocoran.

Hal itu diungkapkan Ketua Ikatan Keluarga Masjid Indonesia (IKMI) HM Rais SPd MPdI. “Kita prihatin, melihat kondisi fisik bangunan masjid Ulul Azmi yang tidak terawat ini, salah satunya bagian atas kubah masjid yang banyak mengalami kebocoran,” terang Ketua Ikatan IKMI.

Dijelaskanya, bahwa sejauh ini bagunan masjid yang menjadi kebanggaan masyarakat Pelalawan ini sangat tidak terawat. Pasalnya, bukan saja gubah yang bocor, namun disisi bagunan lain, juga terlihat catnya mulai kumuh dan berlumut hijau. Dibagian bawah persisnya di tempat berwudhu juga masih kotor, dan hal ini jelas mengangu ketentraman beribadah ummat.

“Saat pelaksanaan sholat Jumat, hujan yang turun menyebabkan banyak jemaah yang kasak kusuk tertetes air hujan, serta sejumlah karpet yang basah digenangi air. Sementara kondisi ini telah berlangsung cukup lama dan belum ada tanda-tanda dilakukannya perbaikan,” paparnya.

Untuk itu, sambung Kasi Haji dan Umroh Kemenag Pelalawan ini, melihat kondisi tersebut, maka pihaknya mengharapkan masyarakat muslim di Negeri Bono ini untuk bersama-sama membantu perbaikan fasilitas ummat ini.

Disamping itu, Pemkab Pelalawan juga diharapkan dapat ikut membantu perbaikan rumah ibadah ummat muslim tersebut, sehingga permasalahan ini dapat diatasi dan masyarakat dapat beribadah dengan khusuk dan tenang.

“Namun demikian, jika masalah ini tidak segera diatasi, maka dihawatirkan akan berimbas pada rusak fasilitas lain seperti lemari dan Alquran serta fasilitas Sound system, barang elektronik yang rentan rusak terkena air,” ungkapnya.

Selain permasalahan fisik bangunan masjid, lanjut Sekretaris Basnaz Pelalawan ini, sarana sound system atau pengeras suara yang telah uzur, juga tidak dapat berfungsi maksimal seperti suara yang tidak bergema, sehingga tidak jelas apa yang sampaikan Khotib.

“Jadi, masjid yang menjadi simbol serta icon kabupaten Pelalawan yang ramai dipadati pengunjung ini, sudah selayak menjadi prioritas utama untuk diperhatikan pemerintah. Pasalnya, hal ini menyangkut marwah daerah dan kebanggan masyarakat Pelalawan. Untuk itu, mari sama-sama kita makmurkan masjid dengan memperhatikan sarana dan parasana yang memadai, sehingga membawa kemaslahatan ummat,” tutupnya.***(fin)