kemenagRokan Hulu (SegmenNews.com)- Untuk melaksanakan pembangunan bidang agama dan keagamaan, baik menyangkut pembinaan kehidupan beragama, pembinaan kerukunan umat beragama, pembinaan pendidikan agama dan keagamaan, pelayanan bidang haji dan Umrah, dan tata kelola pemerintahan, maka Pemerintah Pusat mengalokasikan anggaran untuk Kemenag Rohul sebanyak Rp 45,3 M tahun 2015.

Demikian disampaikan Kakan Kemenag Rohul Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA kepada wartawan berbagai media massa, di kantornya, jalan Ikhlas Kompleks Perkantoran Pemerintah, Jumat (19/12/2014).

Anggaran sebesar Rp 45,3 M tersebut diterima oleh Kakan Kemenag Rohul dari Pemerintah Pusat melalui Plt Gubernur Riau Ir H Arsyaddjuliandi Rahman, dalam acara penyerahan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) kepada seluruh instansi vertical, Bupati/Walikota dan SKPD se Provinsi Riau, Rabu (17/12/2014), bertempat di gedung daerah Riau.

Kakan Kemenag Rohul Ahmad Supardi Hasibuan mengatakan, anggaran Kemenag Rohul tahun 2015 sebanyak 45,3 M, sedangkan anggaran tahun 2014 sebanyak Rp 41,2 M. Hal ini mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya sebesar 4,1 M atau 7,9 %. Ini menunjukkan bahwa Pemerintah pusat memberikan perhatian cukup besar untuk Kemenag Rohul.

Ahmad Supardi lebih lanjut mengatakan, anggaran untuk Kemenag Rohul tersebut diperuntukkan untuk dua komponen penting, yaitu untuk pendidikan sebesar Rp 37,5 M atau 82,73 %, sedangkan untuk non pendidikan yang meliputi kesekretariatan (gaji dan perkantoran), Bimas Islam, dan pelayanan Haji sebesar Rp 7,8 M atau 17,27 %. Dengan demikian, maka pendidikan tetap menjadi prioritas anggaran Kemenag Rohul, yaitu 82,73 %.

Anggaran pendidikan tersebut tersebar di 10 tempat, yaitu Pendidikan Islam Kemenag sebesar Rp 23,7 M, Pendidikan Katolik Rp 74,3 juta, Pendidikan Kristen 97,9 juta, MAN Pasir Pengaraian Rp 1,95 M, MTsN Ujungbatu Rp 3,1 M, MTsN Rambah Rp 3,3 M, MTsN Kepenuhan Rp 1,3 M, MTsN Tambusai Rp 1,8 M, MIN Pasir Pengaraian Rp 1,3 M, dan MIN Pasir Agung Rp 850,9 juta.

Diharapkan dana tersebut, dapat dipergunakan secara maksimal untuk meningkatkan pembangunan bidang agama dan keagamaan, harap Ahmad Supardi.***(rls/zar)