Ilustrasi
Ilustrasi

Kampar (SegmenNews.com)- Pembangunaan Rumah Layak Huni (RLH) dan rehab rumah di Kabupaten Kampar diduga ada kejanggalan. Penerima bantuan diduga banyak yang tergolong orang mampu dan terpilih.

Kepala Desa, Koto Masjid XIII Koto Kampar, Chaidir mengaku penyaluran rumah rehab hanya diprioritaskan bagi warga yang ikut pelatihan P4S di Kubang. Pelaksanaan dilakukan pihak lain.

“Kita hanya sifatnya memfasilitasi saja,” ujarnya baru-baru ini.

Salah seorang kepala Desa di Kampar yang enggan dimuat namanya juga mengakui bahwa penerima penyaluran dan rehab RLH tersebut ditunjuk langsung oleh Bupati Kampar.

“Kami tak mampu untuk merubahnya, lagian yang paling di utamakan orang ikut pelatihan ke kubang itu. Sehingga, walaupun mereka tergolong mampu tetap dapat RLH,” keluhnya.

Kepala desa yang masih aktif ini pun mengaku biaya rehab rumah tersebut, mereka danai terlebih dahulu. Sementara mereka belum menerima sedikitpun dari Pemerintah.

Sementara itu pegawai Dinas Cipta Karya Kampar juga PPTK kegiatan, Oyong dikonfirmasi mengakui bahwa penerima RLH tersebut diperuntukkan bagi masyarakat miskin. Dia juga membantah penerima RLH harus yang ikut pelatihan.

“Data penerima RLH kita ambil dari Kades, pelaksanaannya juga kita serahkan kepada Kades,” jelas Oyong.***(ali)