panganJakarta (SegmenNews.com)- Indonesia sampai saat ini masih sulit untuk mencapai swasembada pangan. Hal tersebut lantaran banyaknya perang komoditas di lahan yang terbatas.

Pengamat pertanian, Khudori, mengatakan bahwa terdapat 18 komoditas nasional yang terus digenjot produktivitasnya oleh pemerintah.

“Faktor paling besar adalah lahan, kita hanya segitu-gitu saja dan itu diperebutkan oleh komoditas, ada 18 komoditas yang bertarung di lahan yang sama,” kata Khudori ketika dihubungi Okezone, Jakarta, Rabu (24/12/2014).

Khudori menyarankan, pemerintah harus lebih peka lagi terhadap upaya-upaya pencapaian swasembada pangan itu sendiri. Sebab, kemampuan pemerintah dalam membuka lahan baru di Indonesia untuk saat ini sangat terbatas.

Selain itu, komoditas-komoditas Indonesia yang banyak itu pula menjadikan produktifitas Indonesia menjadi kalah bersaing dengan komoditas yang berasal dari negara lain.

“Dibandingkan dengan eksportir lain, kita masih kalah, kalau padi masih bagus lah, Untuk tebu jagung, kedelai, sawit, kopi kita kalah jauh,” ungkapnya.

Selain itu, mengenai infrastruktur seperti irigasi juga menyebabkan Indonesia sulit capai swasembada pangan.

“Irigasi yang menjamin ketersediaan air, apakah pada saat kemarau maupun hujan, Kalau hujan petani tetap bisa tanam, tapi kan yang terjadi kan dua duanya menjadi masalah,” tukas dia.***
Red: hasran
Sumber: okezone.com