Tersangka cabul diapit polisi
Tersangka cabul diapit polisi

Pelalawan (SegmenNews.com)- Raut wajah malu dan pucat tidak dapat disembunyikan oleh Rizal Saputra (27) ketika ditangkap polisi dalam kasus cabul alias meraba seorang mahasiswi berinisial Sa (20) di kampungnya desa Batang Kulim, kecamatan Pangkalan Kuras, kabupaten Pelalawan.

“Saya minta maaf, telah buat malu keluarga, seharusnya perbuatan tak pantas kulakukan, karena awal ingin mencuri tapi spontan saat melihat kemolekan tubuh korban yang tidur pakai baju daster nafsu tak tertahan lagi,” kata pria lajang yang mengaku jomblo ketika ditemui wartawan di Mapolsek.

Namun Rizal tidak menampik apabila korban tidak sadar, kemungkinan aksi pemerkosaan bakal terjadi. Setelah tangannya mulai meraba-raba tubuh gadis perparas cantik berkulit putih bersih terjaga dari tidur dan memergoki aksinya itu.

“Baju dan celana saya buka semua tanpa sadar, tapi baru mulai, dia (korban) sudah bangun dan langsung teriak minta tolong,” ungkap Rizal.

Karena ketakutan, Rizal tidak sempat mengambil pakaian, apalagi memakainya kembali. Hingga dirinya harus kabur hanya mengenakan celana dalam. “Saya langsung kabur lewat pintu belakang, dan sembunyi di semak-semak. Tanpa memikirkan baju dan celana yang tertinggal, karena takut kalau ketahuan nanti dimassa orang,” ujarnya.

Walau selamat dari amuk massa, tapi Rizal harus berurusan dengan polisi, setelah aksi nekatnya di laporkan oleh korban didampingi orang tuanya ke Polsek Pangkalan Kuras, Minggu (28/12) pagi dan kemudian berhasil ditangkap oleh tim Opsnal dibawa pimpinan Kanit Reskrim Polsek Pangkalan Kuras Ipda Irwanto Tanjung SH.

Kini penyesalan mendalam dirasakan oleh  Rizal, setelah dirinya mulai merasakan lembabnya ruang tahanan Mapolsek Pangkalan Kuras, menunggu proses pemberkasan sebelum di limpahka ke jaksa, untuk di lanjutkan ke Pengadilan dengan di jerat pasal 289 KUHP tentang pencabulan dengan ancaman hukuman 9 tahun penjara.

“Saya berharap hukuman nanti dapat di kurangi. Ini terjadi karena kesilapan saya yang tak mampu mengendalikan nafsu,” pintanya dengan mata berkaca-kaca.***(fin)