abbas jamilSegmenNews.com- Letusan senjata Prajurit TNI di Taman Makam Pahlawan Kesuma Dharma sebagai bukti pertanda penghormatan terakhir kepada tokoh Riau berlatar belakang TNI yang terkenal dengan ketegasan dan kegigihan. Baik dalam bidang kemiliteran, pemerintahan maupun dalam lingkungan keluarga sendiri.

Kata ‘Tidak’ sangat menjadi pantangan bagi seorang Letkol (purn) Infantri Abbas Jamil (89) dalam kesehariannya. Jangankan musuh, anggotanya saja berhati hati dalam berbicara. Sebab asal salah langsung dimarahi berbentuk pengarahan dan nasehat, supaya tidak mengulangi kesalahan lagi.

“Bapak sangat tegas dan keras terhadap semua hal. Dia berbicara dan bersikap apadanya dan tidak manis mulut. Dia (Abbas) sangat aktif bermasyarakat sejak dulu sampai akhir hayatnya yang meninggal akibat menderita sakit struk,” kata anak Alm Abbas Jamil, Jhon Martin, dirumah kediaman duka Jalan Selamat, Gang
Duka Kelurahan Labuh Baru, Pekanbaru, Rabu (7/1/15).

Perwakilan Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Provinsi Riau Kol (Pur) Agus Ramadahan, mengaku Abbas Jamis sering berkoordinasi dan meminta pendapat kepada bawahannya dalam memecahkan masalah sesama veteran.

Sebab kata yang sudah disepakati, maka kesepakatan itulah yang akan dijalani. Jika menyeleweng maka beliau sangat marah dan berbicara secara blak blakkan, baik umurnya tua maupun muda.

Abbas Jamil tidak pernah berbuat “Asal Bapak Senang”. Namun jika tidak sesuai dengan prinsipnya selalu protes dan menegakkan kebenaran, demi kepentingan dan keselamatan orang banyak.

“Saya memang tidak satu angkatan dengan beliau, karena ia paling senior dan kami berjumpa hanya diveteran ini. Namun saya sangat takut kalau sudah berhadapan dengan beliau. sebab kita harus serius dan jangan katakan ‘Tidak’ setiap perintah dan melaksanakan tugas,” kata Agus, yang juga mengatakan, Abbas Jamil semasa hidupnya selalu ingat pembantaian ratusan masyarakat Rengat oleh tentara Jepang.

Sementara pasukan yang dipimpinnya tidak sedang didaerah tersebut. Bupati Kuantan Singingi, Sukarmis mengaku sangat kehilangan sosok Abbas Jamil. Karena beliau memiliki semangat pantang menyerah dalam hidupnya. Dalam fikiran beliau selalu memperjuangkan Provinsi Riau selalu baik kedepan.

Meski beliau sudah tidak ada, diharapkan kepada pemuda pemudi Riau lainnya dapat mengikuti jejak seorang Abbas Jamil. Sehingga Riau dapat sejahtera, makmur dan tetap aman kedepan.

“Beliau sangat berjasa terhadap Provinsi Riau. Karena sampai akhir hayatnya selalu memikirkan Riau. Supaya dapat meningkatkan SDM dan SDA pemuda pemudi, sehingga tidak mudah terjajah oleh perekonomian orang asing nantinya,” ujar Sukarmis yang hadir dalam pemakaman Abbas Jamil.

Sementara Ketua Harian Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR), Al Azhar mengatakan semasa hidupnya Abbas Jamil Abbas Jamil merupakan ketua Forum Komunikasi Pemuka Masyarakat Riau (FKPMR) merupakan salah satu pejuang kemerdekaan di Riau.

Selama ini sering menghadiri upacara sebagai tamu kehormatan. Abbas sering bercerita, dulu, di batu satu dekat pasar Kodim ada hotel bersejarah dengan nama Monbatten Hotel atau setelah diganti nama menjadi Merdeka Hotel, itu dulunya tempat Pembuangan tentara Belanda yang diusir oleh Australia.

Di hotel itu Belanda menaikkan benderanya persis yang dilakukan oleh tentara belanda di Surabaya. Melihat bendera Belanda tersebut, membuat Letnan Polisi Tukimin marah dan mencoba merobek bendera itu. Namun saat ini tempat bersejarah tak ada lagi.

Selain itu, ada markas Resimen IV dekat rumah sakit Santa Maria, yang saat itu di pimpin oleh Bapak Hasan Basri. Itupun juga tidak ada lagi. Juga bekas tempat tawanan negara Jepang di Tangkerang, Pekanbaru. Tempat tawanan para perempuan Belanda di Bangkinang juga tidak ada lagi.

Bahkan tugu kemerdekaan di rumah walikota Pekanbaru pun sudah lenyap, dulu tugu itu di kenal dengan nama Tugu Peringatan masuknya Jepang ke Pekanbaru.

“Kita sangat kehilangan salah seorang pejuang Riau gagah berani. Sebab Abbas Jamil merupakan satu satu pejuang kemerdekaan yang melawan penjajahan di wilayah Riau dan Sumatera ini,” kata Azhar diupacara pemakaman Abbas Jamil dipimpin oleh Wakil Komandan Detasemen PM1-3 Pekanbaru, Mayor Edy Mulianto.

Sementara pasukan upacara terdiri dari berbagai satuan dalam tubuh TNI. Selain keluarga, upacara pemakaman secara militer ini juga dihadiri oleh seluruh tokoh tua, tokoh muda dan pelajar. Diantaranya, Plt Gubernur Riau Arsyad Juliandi Rachman, Mantan Wakil Gubernur Riau H Mambang Mit, Ketua LAM Riau, Tenas Efendi dan lainnya.***(her)