plt1Pekanbaru (SegmenNews.com)- Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman hadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw di Mesjid An-Nur. Tampil sebagai penceramah Ust Manarul Hidayat MA.

Pada peringatan Maulid ini, ribuan jemaah memadati ruangan mesjid. Turut hadir Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Kemenag Riau Tarmizi Tohor serta berbagai undangan lainya.

Plt Gubri saat memberikan kata sambutan berharap, melalui Maulid Nabi Muhammad dapat menjadi titik balik untuk memperbaiki ahlak agar dapat menjadi individu yang lebih baik.

Sebagaimana terkandung dalam maulid itu sendiri, terutama akhlak yang ada di diri Nabi Muhammad Saw. Seperti kejujuran, kedisiplinan yang perlu diaplikasikan dalam kehidupan saat ini, tidak terkecuali untuk PNS.

Hal itu, lanjut Plt Gubri tentu saja bisa dilaksanakan selama ada kemauan untuk berbenah, sebagaimana harapan Pemprov Riau itu sendiri.

Hal senada dikatakan penceramah al-ustazd Manarul Hidayat MA, yang menyebut perlunya mencontoh diri Muhammad jika ingin selamat dunia akhirat. Bukan sebaliknya, tidak jarang pemimpin saat ini banyak mengadopsi kepemimpinan dan pemikiran dari barat. Pada hal tidak jarang negara kita terjerumus dengan sendirinya.

Nabi Muhammad itu, ungkap ustadz Manarul merupakan jenderal besar dalam menghadapi pemikiran. Kemudian Muhammad juga seorang ahli politik saat memimpin masyarakatnya serta juga ahli ekonomi termasuk ahli ibadah dalam menjalankan syariat Islam.

“Kalau mau mencontoh jangan mencontoh pemimpin Amerika, pemimpin di Eropa. Tapi contohlah Nabi kita Muhammad Saw. Beliau Jenderal besar, ahli perang, ahli politik, ahli ekonomi,” kata Ustadz Manarul.

Selain itu, ustadz juga banyak bercerita perjuangan Muhammad dalam menghadapi “kegelapan” yang ada di dunia ini. Ustadz Manarul mengistilahkanya sebagai bentuk memanusiakan manusia.

Betapa tidak, sebelum Muhammad lahir ke dunia ini terlalu banyak lumuran dosa membanjiri perilaku umat manusia saat itu. Perempuan sangat tidak dihargai.

Jika ada anak bayi perempuan lahir langsung dibunuh hidup-hidup oleh ayah kandungnya sendi. Perilaku ini, bukanlah seorang manusia yang memiliki hati nurani, melainkan hewan. Namun setelah Muhammad hadiri di dunia ini, semuanya perlahan berubah menjadi lebih baik.

“Makanya ketika Nabi ditanya para sahabat, siapa orang yang perlu dihormati dulu, yakni ibu mu. Kemudian sahabat bertanya lagi siapa lagi ibu mu. Sampai berulang tiga kali. Sedangkan keempat barulah ayah mu,” ujar ustadz Manarul.***(advertorial/hms)