Pekanbaru (SegmenNews.com)- Kondisi rumah Dinas Ketua DPRD Riau yang sudah berumur 25 tahun sangat memprihatinkan. Sehingga Ketua DPRD Riau beserta tiga wakilnya masih tinggal di rumah pribadi.

“Rumah itu bisa ditempati sekarang. Namun kondisinya ya seperti itulah. Namanya saja rumah sudah berumur 25 tahun, ya kondisinya memang memprihatinkan,” kata Sekwan DPRD Riau, Zulkarnain Kadir.

Untuk perbaikan, sekretariat DPRD Riau telah menganggarkan dalam APBD murni 2015 ini. Anggaran tersebut untuk perawatan standar. Tetapi kalau dilengkapi dengan perabotan, dan renovasi berat memang tidak bisa sekarang. Sebab harus memerlukan dana yang besar.

“Biaya perawatannya memang ada sekitar Rp50 juta pertahun. Namun dana sebanyak ini tidak mungkin bisa merenovasi berat dan melengkapi perabotan rumah tangga disana,” ujar Sekwan.

Namun untuk lebih jelas, sebaiknya unsur ketua pergi bersama sekretariat untuk melihat kondisi rumah tersebut. Nanti ditunjuk mana mana yang akan diperbaiki.

Sebab kalau dilihat, plafonnya seharusnya diganti, lingkungannya diperbaiki dan banyak lagi yang harus dibenahi. Jika memang diganti maka akan ditenderkan dulu kepada pihak ketiga untuk pengerjaannya.

“Jika direnovasi berat maka harus dibuat dulu perencanaannya baru ditenderkan. Jadi target rumah siap dihuni, maka tergantung pemenang tender lah,” ujar Zulkarnain.

Wakil Ketua DPRD Riau, Noviwaldi Jusman, mengaku belum menempati rumah dinas itu. Karena rumah itu belum bisa ditempati. Karena kondisinya memprihatinkan.

“Saya belum ada menempati rumah dinas. Dan sekarang saya masih tinggal dirumah sendiri,” kata Noviwaldi.

Hal senada juga diungkapkan Wakil Ketua DPRD Riau, Mahanara Manurung. Dari informasi yang diterimanya, rimah dinas, masih kotor. Air dikamar mandi tidak lancar dan banyak kendala jika harus dipaksakan ditempati sekarang.

“Jika rumah dinas itu sudah layak ditempati, kita pasti akan tinggal disanalah. Namun kata Sekwan, kan belum bisa ditempati sekarang,” aku Manahara.***(ran)