Sembei Mambang Deo-deo merupakan ritual pengobatan tradisi di daerah Panipahan, Kubu dan Bangko. Ritual ini dilakukan dengan kekuatan magis, foto rokan.or.g
Sembei Mambang Deo-deo merupakan ritual pengobatan tradisi di daerah Panipahan, Kubu dan Bangko. Ritual ini dilakukan dengan kekuatan magis, foto rokan.or.g

Bagan Siapi-api (SegmenNews.com)– Tarian Mambang deo-deo yang ada di kecamatan Pasir Limau Kapas (Palika) akan diangkat kepermukaan dan dijadikan sebagai Objek Wisata Rokan Hilir,  karena tarian ini terkesan unik dengan penampilan tarian pengobatan untuk keselamatan serta dijauhkan dari mala petaka.

Tarian ini dilakukan serangkaian acara yang dipusatkan di masjid dengan menggelar Zhikir dan ratib. Dimana tarian mambang deo-deo ini sebagai tarian membuang penyakit  dari kampung kelaut atau kehutan, tarian yang merupakan tradisional masyarakat kecamatan Pasir limau Kapas, Bangko dan kecamatan Kubu memiliki keunikan tersendiri.

Dikatakan Kadisdikpora Rohil, Zulkarnaen, Jum’at (9/1/15), karena memiliki budaya dan keunikan itu, Bupati H.Suyatno meminta tarian mambang deo-deo dikembangkan dan dijadikan objek wisata budaya Rokan Hilir.

Jika tarian mambang deo-deo dikembangkan sebagai objek wisata Rokan Hilir, maka tarian ini akan menarik banyak perhatian yang tentunya akan mampu mendatangkan  Wisatawan ke Rohil.

“Sesuai dengan keinginan Bupati, Disparpora Rohil siap mengangkat dan mengembangkan tarian mambang deo-deo tersebut,” ujar Zulkarnaen.

Menurut cerita, dahulunya tarian tersebut selain dipercaya dapat membuang penyakit dari kampung kelaut atau kehutan, tarian ini juga dilakukan denga upacara melayu

Rokan Hilir dengan menggunakan Semah (upacara dengan menggunakan alam ghaib). Biasanya tarian semah ini dilakukan oleh ahli yang disebut Bomo.

“Tarian ini dilakukan untuk menyemah makhluk ghaib yang menganggu manusia yang disebut penunggu suatu desa maupun suatu Pohon yang besar didaerah tersebut,” Kata Zulkarnaen.***(ur/zar)