Siak (SegmenNews.com)- Pemerintah Pusat melakukan pemotongan atau menurunkan dana Bagi Hasil (DBH) Minyak dan Gas (Migas) Kabupaten Siak 2015 mencapai Rp1,3 triliun atau terjadi penurunan hingga 50 persen.

Pemotiongan tersebut berdampak pada anggaran APBD Siak 2015 sekitar Rp3,2 triliun yang sudah disahkan di DPRD Desember 2014 lalu akan terancam turun. Penurunan akan diketahui saat pembahasan APBD-Perubahan beberapa bulan lagi.

Adanay penurunan tersebut membuat, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Siak sedikit memperlambat pelaksanaan progres kegiatan. Dan akan melaksanakan kegiatan skala pririoritas, sesuai visi dan misi Bupati Siak, dan selebihnya akan melanjutkannya di APBD-P nan‎tinya.

Kepala Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) Siak Said Arif Fadilah, Rabu (14/1/15) tak menampik ‎adanya penurunan DBH Migas, berkemungkinan APBD Siak akan turun saat pembahasan APBD-Perubahan.

“Saat ini adanya pemotongan DBH, sehingga berpengaruh pada APBD kita. Dan saat ini dilaksanakan kegiatan yang prioritas saja, dan yang lainnya di APBD-Perubahan. Mudah-mudahan pemotongan itu tidak berlangsung lama,” ujar Arif.

Pemotongan DBH Migas tersebut, diungkapkan Arif bahwa saat ini harga minyak dunia dari $105.000 per barel, menjadi $40.000 perbarel. Terjadi penurunan harga cukup jauh. “Harga minyak dunia turun, jadi berdampak pada DBH Migas dan juga APBD kita,” ujarnya.‎***(rinto)