Bupati Achmad memberikan arahan di surau suluk
Bupati Achmad memberikan arahan di surau suluk

Rokan Hulu (SegmenNews.com)- Kabupaten Rokan Hulu dikenal sebagai Negeri Seribu Suluk. Hingga akhir tahun 2014 Pemkab Rokan Hulu telah melakukan pembinaan sebanyak 200 surau suluk.

Hal ini disampaikan, Bupati Rokan Hulu, Drs. H. Achmad,M.Si saat melakukan penutuan kegiatan suluk di Surau Yayasan Oppung Nibuhu, Desa Rambah Samo Barat, Kecamatan Rambah Samo, Kamis (15/1/2015).

Katanya, setiap desa di Rokan Hulu itu sudah ada surau suluk, pemerintah terus berkomitmen untuk melakukan peningkatan keagamaan tidak saja di kalangan aparatur tapi juga di kalangan masyarakat.

“Bahkan dalam satu jika banyak komunitas masyarakatnya ada tiga suarau suluk,” ujarnya.

Bupati Rokan Hulu yakin, jika masyarakat ini beriman dan bertqwa kepada Allah SWT, pasti akan dikucurkan rahmat untuk hambannya itu, apalagi oaring yang bersuluk termasuk orang yang dekat dengan tuhan.

“Nanti kalau kita dekat dengan pasti apa yang diinginkan hambanya akan dikabulkan, kalau negeri ini beriman dan khusuk beribadah, nanti akan dipancarkan rezeki dari bumi, kemudian akan kucurkan dari langit,” beber Bupati Rokan Hulu.

Lanjutnya, Pemkab Rokan Hulu memperhatikan kegiatan suluk tersebut, baik dalam konteks insfrastrukturnya, biaya pembinaan, anggaran kegiatan maupun oeprasional, saat tinggal masyarakat mau beribadah atau tidak.

“Suluk atau tariqat itu jalan menuju Allah, konsep mengenal tuhan, sehingga kita menjadi orang yang takut kepada Allah, takut melanggar larangannya, takut meninggalkan perintahnya, kini di Rokan Hulu, ilmu tasauf tidak hanya dimintai kaum tua saja, bahkan sudah banyak anak muda menggeluti ilmu ini,” paparnya lagi.

Dijelaskannya, jika aktif dalam kegiatan tariqat baik itu aparatur, masyarakat dan lainnya, ini akan menjadi benteng yang kokoh untuk menghindari dari perbutan jahat.

“Jadi tidak salah kalau anak muda ikut aktuf dalam kegiatan ini, apalagi saat ini pengaruh kemajuan zaman kalau tidak ada dasar agama dalam diri, ini bisa mengahncurkan keimanan,” ulasnya.

Dia berharap, symbol Negeri Seribu Suluk itu tidak hanya slogan saja, mudaha-mudahan semakin dekat seseorang dengan sang penciptanya akan banyak hal-hal positif yang akan dikerjakannya.

“Jadi nati kalau ajaran tasauf ini sudah menyatu dengan masyarakat, baik birokrat, aparatur dan lainnya, tentu lahir aktifitas-aktifitas positif. Untuk dibutukan bimbinngan pemimpin baik tingkat kabupaten, kecamatan dan desa agar mendorong untuk mempelajari Ilmu tasauf,” pungkas Achmad.***(Adv/hums)